Misi Jepang Bantu Padamkan Karhutla Kalbar

METROIMDONEWS.COM, PONTIANAK – Berperan tanpa leraguan, upaya besar menekan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang masih melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Sehingga Asrama Haji Pontianak kembali mengambil peran di luar fungsi utamanya sebagai fasilitas pelayanan jemaah haji dan umrah.

Kompleks yang berada di Kota Pontianak itu dipersiapkan menjadi lokasi transit bagi personel militer Jepang yang akan diterjunkan dalam misi bantuan pemadaman Karhutla di Indonesia.

“Dimana sejumlah personel militer Jepang bersama TNI melakukan survei langsung ke Asrama Haji Pontianak, Senin (31/8)”. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas yang akan digunakan sebagai tempat tinggal sementara selama pelaksanaan operasi kemanusiaan.

Rombongan memeriksa berbagai fasilitas mulai dari kamar, aula, sarana pendukung hingga kondisi lingkungan sekitar. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari persiapan menjelang kedatangan personel Japan Disaster Relief Self-Defense Forces Unit yang akan membantu penanganan karhutla di Kalimantan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Barat, Kamaludin, dikutif Kamis (3/9) menerangkan Asrama Haji Pontianak hanya akan berfungsi sebagai titik transit. Sebelum personel disebar ke lokasi operasi.

Tempat transit sementara sebelum diberangkatkan ke daerah. Fasilitas yang digunakan tidak mengganggu pelayanan utama asrama,” ujarnya.

Sedangkan informasi yang diterima pihak pengelola, sekitar 180 personel Jepang diproyeksikan menempati fasilitas tersebut selama kurang lebih 21 hari. Jadwal kedatangan masih bersifat tentatif. Informasinya sekitar 10 September 2026. Namun tetapi kami belum menerima surat resmi sehingga masih menunggu kepastian,” kata Kamaludin.

“Tentu kehadiran tim bantuan Jepang menjadi salah 1 bentuk dukungan internasional”. Dalam menghadapi karhutla yang setiap tahun menjadi ancaman serius di wilayah Kalimantan. Sehingga pada misi ini, Jepang tidak hanya mengirim personel. Tetapi juga mengerahkan 3 unit helikopter angkut berat CH-47 milik Japan Ground Self-Defense Force. Bersama  kapal angkut JS Kunisaki sebagai dukungan logistik operasi.

Karena bagi Asrama Haji Pontianak, keterlibatan dalam penanganan Karhutla bukan pengalaman pertama. Sebelumnya fasilitas tersebut telah digunakan untuk menampung sekitar 120 personel TNI Angkatan Laut selama 8 hari.

Sebanyak 300 personel TNI Angkatan Darat dari Mabes TNI juga pernah memanfaatkan fasilitas yang sama saat operasi penanggulangan Karhutla berlangsung.

Selain itu, 104 personel Brimob juga sempat menggunakan Asrama Haji Pontianak sebagai tempat singgah dalam mendukung operasi pemadaman. Pemanfaatan fasilitas publik untuk kebutuhan darurat menunjukkan bagaimana infrastruktur sipil. Dapat beradaptasi menjadi bagian dari sistem penanggulangan bencana.

(ST/SP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250