METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Kemampuan intelektual bukan diukur dari jabatan, diantata satu dari tiga kompetitor Pilpres 2024 Anies Baswedan angkat bicara terkait polemik antara diplomat senior Dino Patti Djalal. Dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang belakangan menjadi sorotan publik.
Melalui unggahan di X pada akun @aniesbaswedan, Anies memberikan pembelaan terhadap Dino dengan menyoroti rekam jejak panjang mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) tersebut di dunia diplomasi.
Menurut dia, Dino saat itu dikenal sebagai diplomat muda yang mampu membela kepentingan Indonesia di forum internasional.
“Ketika masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate”. Dan langsung berhadapan dengan diplomat senior Ramos Horta. Tentu di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia,” bunyi unggahan di @aniesbaswedan, dikutif, Rabu (2/6).
Anies juga mengenang pertemuannya dengan Dino ketika menempuh pendidikan doktoral di Illinois Amerika Serikat.
Dalam persoalan tersebut, Dino menunjukkan kapasitas sebagai diplomat yang cerdas, komunikatif, dan mampu menangani persoalan kompleks dengan tenang.
“Sehingga yang kami temui adalah diplomat muda yang cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dengan ketenangan diplomatik yang sulit ditiru,” ucapnya.
Anies turut menyinggung peran Dino saat menjabat Duta Besar RI untuk Amerika Serikat yang menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles pada 2012.
Dia lantas menyebut Dino juga mendirikan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), yang kini dikenal sebagai salah satu komunitas kebijakan luar negeri terbesar di Indonesia.
Berikutnya, dia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh. Secara tidak langsung turut serta melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global,” ungkapnya.
Anies menambahkan Dino merupakan sosok yang memiliki penguasaan substansi kuat, pengalaman kepemimpinan luas, dan rekam jejak yang teruji di bidang diplomasi.
“Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino,” kata Anies.
“Karier diplomatik Dino dibangun melalui proses panjang dan konsisten.
“Dino Patti Djalal, bukan karbitan menjadi diplomat, bukan jula karbitan menjadi pejabat,” sebutnya.
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons kritik Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Dalam tanggapannya, Teddy menyinggung masa jabatan Dino sebagai Wakil Menteri Luar Negeri yang berlangsung sekitar tiga bulan. Polemik tersebut kemudian memicu beragam respons dari sejumlah tokoh nasional.
(JP/TR)














