Komunikasi Penting, BPK Melakukan Pemeriksaan Laporan Keuangan UNPKO 2025/2026

METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Tujuan untuk ekonomi, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memulai rangkaian pemeriksaan terinci atas laporan keuangan dan kinerja United Nations Peacekeeping Operations (UNPKO) Tahun 2025/2026.

“Terdapat lima misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diperiksa meliputi, United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA)”. United Nations Support Office in Somalia (UNSOS). United Nations Interim Security Force for Abyei (UNISFA). United Nations Disengagement Observer Force (UNDOF), dan United Nations Mission for the Referendum in Western Sahara (MINURSO).

Dimana, BPK menyampaikan gambaran umum pelaksanaan pemeriksaan UNPKO. Mencakup mandat, tujuan, ruang lingkup, dan metodologi pemeriksaan. BPK turut menekankan pentingnya komunikasi yang berkesinambungan antara tim pemeriksa dan pihak misi selama proses pemeriksaan,” ungkap Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara VIII dan Organisasi Internasional, Bahtiar Arif dalam keterangan resmi BPK di Jakarta, yang dikutif Selasa (25/8).

Pemeriksaan tersebut, lanjut dia, merupakan bagian dari pelaksanaan mandat BPK sebagai anggota United Nations Board of Auditors (UN BoA). Sehingga hal tersebut merujuk pada Sidang Pleno ke-42 dalam Sidang Majelis Umum PBB ke-80 pada 17 November 2025. Beserta serah terima tugas dari China National Audit Office (CNAO) kepada BPK pada 22 Juli 2026.

Lanjut Bahtiar, Pemeriksaan mencakup aspek keuangan dan kinerja”. Tertuju pada aspek keuangan, pemeriksaan diarahkan untuk mendukung pemberian opini atas kewajaran laporan keuangan. Termasuk kesesuaiannya dengan International Public Sector Accounting Standards (IPSAS) dan Financial Regulations and Rules (FRR) PBB, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Sedangkan pemeriksaan kinerja, kata Bahtiar, difokuskan pada efektivitas implementasi perencanaan kontingensi (contingency plan). Disamping, sistem pemantauan kinerja (performance monitoring) dalam operasi pemeliharaan perdamaian.

Mengingat, Entry meeting dilaksanakan secara hybrid dengan menghubungkan peserta dari Jakarta, New York, dan berbagai lokasi tempat misi UNPKO beroperasi.

Menurut dia, melalui pemeriksaan ini, BPK diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan, efektivitas pengendalian internal dan sistem keuangan. Sekaligus perencanaan kontingensi dan pemantauan kinerja pada operasi pemeliharaan perdamaian PBB.

“Pelaksanaan pemeriksaan atas lima misi UNPKO tersebut merupakan bagian penting dari kontribusi BPK. Bertujuan dalam mendukung tata kelola, akuntabilitas, dan efektivitas organisasi internasional.

Melalui mandat sebagai pemeriksa eksternal PBB, BPK terus memperkuat kiprahnya di tingkat internasional sekaligus berkontribusi. Dalam rangka mendorong pengelolaan sumber daya dan pelaksanaan operasi pemeliharaan PBB yang transparan dan akuntabel,” imbuh Bahtiar.

(ANT/TR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250