METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Terkait kursi panas, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyebut dugaan suap jabatan hingga puluhan ribu dolar AS di Kementerian PU.
Ketika baru menjabat, Dody mengaku diberikan arahan Presiden Prabowo Subianto. Untuk mengganti atau “bersih-bersih” orang lama dalam kementerian tersebut.
Sampai kemudian tiba saatnya saya kan harus mengganti orang-orang lama kan. Eh ujug-ujug tuh, ada yang nawarin cash,” terang Dody, dikutif Saptu (6/6).
“Nilainya lumayan lah. Dikisaran puluhan ribu US dollar,” ucapnya.
Dia mengatakan sejumlah uang tersebut yang hendak diberikan kepada bertujuan untuk mempertahan posisi jabatan mereka.
“Tentu saja, menyadarkan saya bahwa pejabat-pejabat lama ini ternyata enggak totally honest ke saya gitu. Jadi mereka mengatakan baik-baik saja, ternyata enggak baik-baik aja gitu loh,” kata Dody.
Sehingga di.a menilai praktik suap jabatan menjadi budaya buruk dalam Kementerian PU untuk mencapai jenjang karier yang oknum tersebut inginkan.
“Kalau saya lihat selama ini ya, karir itu dicapai dengan segala macam cara gitu. Jadi ndak mesti you have your own brain, your own commitment, kemudian lu bisa naik. Enggak begitu gitu. Harus melakukan suatu tindakan-tindakan yang kurang terpuji untuk bisa meraih itu semua,” sebutnya.
Lanjut Dody, Presiden Prabowo memberikan pekerjaan rumah khusus saat mempercayakan jabatan menteri PU kepadanya.
“Saya kan dari awal sudah di-warning Pak Prabowo”. ‘Tugasmu bukan membangun, tugasmu bersih – bersih,” imbuhnya.
(KN/SP)














