METROONDONEWS.COM, Masih setatus siaga, maskapai AirAsia mengumumkan penerbangan telah beroperasi kembali pada Selasa ini setelah sebelumnya terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.
Mengingat, erupsi tersebut menyebabkan sebaran abu vulkanik di sekitar wilayah terdampak. Sehingga untuk mengutamakan keselamatan penerbangan. Maka operasional penerbangan di area tersebut sempat mengalami penyesuaian jadwal,” tertulis dalam siaran pers AirAsia, yang dikutip, Selasa (8/9).
Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Banten, kembali dibuka setelah sebelumnya ditutup sementara sejak Minggu (6/9) lalu.
“Sejalan dengan kembali beroperasinya bandara, AirAsia telah melanjutkan operasional penerbangan menuju dan dari Jakarta.
Karena, dua penerbangan, pada 8 September 2026 masih belum beroperasi,” terang rilis perusahaan tersebut.
Dimana kedua penerbangan tersebut adalah QZ178 Jakarta (CGK)-Bandar Lampung (TKG) dan QZ179 Bandar Lampung (TKG)-Jakarta (CGK).
Kondisi Anak Gunung Kerakatau Fluktuatif, Empat Kali Erupsi Hari ini
Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, kembali mengalami erupsi. Hingga Selasa (8/9) siang. Tercatat sudah empat kali erupsi terjadi sejak pagi tadi.
Berdasarkan laporan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama terjadi pada pukul 05.08 WIB. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47 milimeter dan durasi 15 detik. Visual letusan tidak teramati.
Terus erupsi kembali terjadi pada pukul 05.34 WIB. Erupsi kali ini memiliki amplitudo maksimum 44 milimeter dengan durasi 10 detik. Visual letusan juga tidak teramati.
Aktivitas erupsi kembali tercatat pada pukul 07.49 WIB. Seismograf merekam amplitudo maksimum 48 milimeter dengan durasi 19 detik. Tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Erupsi keempat terjadi pada pukul 11.34 WIB. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan berlangsung selama 17 detik. Sedangkan tinggi kolom erupsi tidak teramati.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau di Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Suwarno, menerangkan aktivitas Gunung Anak Krakatau masih bersifat fluktuatif.
“Sampai tadi pukul 11.34 WIB, telah tercatat erupsi terjadi sudah 4 kali,” katanya, Selasa (8/9).
(ANT/DET/IRS)














