Demo 27 Agustus: Dua Kubu Massa Bawa Misi Beda Tuntutan

METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Suara keras bergelora, sejumlah massa dari berbagai elemen berencana gelar aksi di Jakarta, pada 27 Agustus 2026. Berbagai kelompok masyarakat dari pelbagai daerah mulai mematangkan konsolidasi keberangkatan menuju ibu kota sudah sejak Senin (24/8).

“Dinamika aksi kali ini mengusung dua spektrum isu utama yang berbeda”. Pertama adalah massa yang menuntut pengesahan regulasi pemberantasan korupsi dan massa yang memberi dukungan terhadap program prioritas pemerintah.

Soal Pengesahan RUU

Sementara dari Jawa Tengah, kelompok masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Mulai bertolak ke Jakarta untuk memusatkan aksi di depan Gedung DPR/MPR RI. 

Koordinator AMPB, Teguh Istianto, mengungkapkan fokus utama kedatangan mereka adalah mendesak DPR RI dan pemerintah segera mengesahkan RUU Perampasan Aset Tindak Pidana. Bertujuan guna memiskinan para pelaku kejahatan rasuah.

“Tuntutan kami yakni pengesahan RUU Perampasan Aset dan pemberian hukuman mati bagi koruptor,” kata Teguh.
Persiapan massa AMPB sempat menghadapi kendala setelah rekening donasi warga atas nama Supriyono berisi dana sekitar Rp. 80,9 juta mengalami pemblokiran.

Kendati demikian, Teguh memastikan aksi damai warga Pati di Gedung Parlemen akan tetap berjalan sesuai rencana dengan memanfaatkan opsi donasi alternatif.

Evaluasi Tata Kelola MBG

Berbeda dengan rencana aksi massa asal Pati, kelompok masyarakat asal Kabupaten Bangkalan Jawa Timur. Tergabung dalam Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4) bertolak ke Jakarta. Untuk menyuarakan dukungan terhadap program-program prioritas pemerintah.

Koordinator RMP4, Ali, mengonfirmasi telah mendistribusikan 500 tiket keberangkatan bagi massa yang terdiri dari beragam elemen masyarakat bawah. Mulai dari pekerja buruh, tukang becak, kuli bangunan, sopir, hingga tenaga penjualan.

Salah satu fokus utama yang diusung RMP4 adalah memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Disamping memberikan masukan agar tata kelola dan fasilitas operasional dapur penyedia makanan terus diperbaiki di tingkat daerah.

Melalui program MBG, kami sangat terbantu. Selain uang saku bisa ditabung, anak-anak bisa mendapatkan makan bergizi setiap hari,” tutur Ali. “Jadi, bukan dihentikan programnya, tetapi diperbaiki tata kelolanya. Sehingga program ini bisa betul-betul berjalan semakin baik,” sebutnya

“Dalam aksi yang akan berlangsung pada 27 Agustus 2026 mendatang menunjukkan dinamika panggung aspirasi publik di Jakarta. Aksi tersebut mencakup dorongan penguatan penegakan hukum. “Melalui RUU Perampasan Aset sekaligus penyampaian aspirasi terhadap efektivitas program sosial pemerintah”.

(BP/GN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250