METROINDONEWS.COM, RIAU – Festival Pacu Jalur Event Nasional Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) Tahun 2026 resmi ditutup di Lapangan Astaka Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah, Minggu malam (23/8).
Penutupan berlangsung meriah dan dihadiri lebih dari 10.000 masyarakat yang memadati lokasi acara.
Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Gubernur Riau yang diwakili Asisten II Provinsi Riau Helmi D, Plt. Bupati Kuansing H. Mukhlisin, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H., Pabung Kodim 0302 Inhu/Kuansing Mayor Legimin, Kadis Pariwisata Provinsi Riau H. Tekad Parbatas Setia Dewa, S.T., M.T., Pj. Sekda Kuansing Drs. Muradi, M.Si., Ketua GOW Hj. Nurhadiyah Mukhlisin, Ketua Bhayangkari Cabang Kuantan Singingi Ny. Tari Hidayat serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Kuansing dan para camat se-Kabupaten Kuansing.
Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana menyampaikan bahwa rangkaian Festival Pacu Jalur 2026 tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat.
Menurutnya, antusiasme masyarakat yang hadir menunjukkan bahwa Pacu Jalur memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat Kuansing. Tradisi tersebut mempertemukan berbagai kalangan dalam suasana penuh kegembiraan, sportivitas dan kekeluargaan.
“Pacu Jalur bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Di dalamnya ada kebersamaan, kekompakan, sportivitas dan rasa bangga terhadap budaya daerah. Yang paling penting, masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan nyaman,” ujar Kapolres.
Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, peserta, panitia, relawan, TNI-Polri, pemerintah daerah, pelaku UMKM serta seluruh pihak yang telah bersama-sama menjaga kelancaran pelaksanaan kegiatan.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kuansing dan para pengunjung yang telah ikut menjaga suasana tetap tertib. Ini merupakan milik kita bersama, sehingga mari kita jaga Pacu Jalur sebagai warisan budaya yang dapat terus dinikmati oleh generasi berikutnya,” katanya.
Ia menambahkan, keberadaan ribuan masyarakat dan pengunjung selama pelaksanaan Pacu Jalur turut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM, pedagang, jasa transportasi dan sektor pariwisata.
“Semoga Pacu Jalur semakin dikenal luas, namun tetap mempertahankan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi jati diri masyarakat Kuantan Singingi,” tutur AKBP Hidayat Perdana.
Dalam acara penutupan tersebut, Ketua Umum Festival Pacu Jalur Event Nasional Kabupaten Kuansing 2026 Andi Cahyadi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival.
Sementara itu, Plt. Bupati Kuansing H. Mukhlisin menyampaikan bahwa Pacu Jalur merupakan warisan budaya, identitas dan semangat kebersamaan masyarakat Kuantan Singingi. Menurutnya, tradisi tersebut juga memiliki peran dalam mempererat silaturahmi, menggerakkan perekonomian serta memperkenalkan Kuansing di tingkat nasional dan internasional.
Penutupan Festival Pacu Jalur 2026 secara resmi dilakukan oleh Plt. Gubernur Riau yang diwakili Asisten II Provinsi Riau Helmi D.
Dalam arahannya, Pemerintah Provinsi Riau memberikan apresiasi atas pelaksanaan Festival Pacu Jalur yang dinilai tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu menggerakkan sektor pariwisata, perekonomian dan UMKM masyarakat.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pembacaan keputusan Dewan Hakim serta penyerahan hadiah kepada para pemenang Pacu Jalur Event Nasional, Pacu Jalur Mini dan Pacu Jalur Eksebisi.
Untuk Pacu Jalur Event Nasional, Juara I diraih Alam Cahayo Tuah Nagoghi, disusul Bintang Emas Cahaya Intan 2023 sebagai Juara II dan Panglimo Rimbo Piako sebagai Juara III.
Sementara Pacu Jalur Mini, Juara I diraih Gadis Manja RM Setia Kawan, Juara II Bintang Nirwana Pesona Alam Dria Klinik, dan Juara III Perwira Muda.
Untuk Pacu Jalur Eksebisi, Juara I diraih Bhayangkara Polda Riau, Juara II Tuah Sakti Negeri Lanal Dumai, dan Juara III Setda Kuansing.
Rangkaian penutupan semakin semarak dengan penampilan Limuno Band dan artis asal Provinsi Sumatera Barat Alfina Braner.
Kapolres Kuansing berharap semangat kebersamaan yang tercipta selama Festival Pacu Jalur dapat terus terjaga setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
“Yang kita bawa pulang bukan hanya cerita tentang kemenangan, tetapi juga persaudaraan dan kebersamaan. Mari kita rawat semangat ini bersama-sama,” pungkas AKBP Hidayat Perdana.
Mardianto














