Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto: Sempat Menerima “Godaan Setan” Lewat Kemewahan

METROINDONEWS.COM, YOGYAKARTA – Ketika tikus mencari lubang, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM) 2025 Tiyo Ardianto. Menceritakan detik-detik dia mendapatkan godaan atau tawaran dari seseorang yang membawa pesan impian. 

“Sebuah tawaran yang menggoda imannya yang selama ini konsisten”. Mengkritik pemerintah atau Presiden Prabowo Subianto terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Tiyo menyebut, tawaran itu datang dari seseorang yang membawa pesan dan mengaku dari lembaga berbintang. 

“Lulusan Omah Dongeng Marwah itu merasa perlu bercerita kepada publik dan dia merasa bukan sok suci dengan kejadian tersebut”.
Sehingga akhirnya, saya merasa perlu menceritakannya kepada panjenengan semua. Tanpa merasa diri sendiri suci atau pahlawan yang kebal pada semua godaan,” kata Tiyo Ardianto. 
“Saya hanya manusia yang tidak punya cukup keberanian untuk menghamba pada dunia”. Berharap semoga kita senantiasa setia kepada-Nya,”  ucap Tiyo. 

Tentu saya kenal orang ini meskipun interaksinya terbatas sekali. Dia menghubungi saya untuk silaturahmi dan dengan ringan saya iyakan ajakan itu karena luang waktu.

“Saya bawa pesan dari lembaga berbintang, petingginya mau bertemu denganmu,” sebutnya mengawali. 
Tiyo terdiam sejenak karena berupaya mencerna, sebelum dia tanya apa agendanya. Lantas dia, seraya berkata bahwa Tiyo akan mendapatkan apa yang diinginkan. 
“Dia mau berikan apapun yang kamu mau,” cerita Tiyo. 

Mendengar hal itu, saya menelan ludah. Dan belum mengatakan apa-apa. Dia lanjut bercerita bahwa salah satu pimpinan organisasi gerakan nasional sudah kebagian jatah dari lembaga yang disebut ini. Dalam waktu dekat jatah itu akan jadi bisnis warung yang identik dengan asal daerahnya. Nilainya miliaran, di Jakarta,” katanya,” tulisnya lagi.

Sesudah ia yakin seluruh godaannya telah diucapkan, akhirnya ia bicara.
Tiyo menuturkan bahwa semua apa yang dia miliki selama ini sudah cukup dan Tiyo tidak butuh kekayaan. 

“Ngapunten, Mas, kalau hanya untuk makan dan minum, saya sudah cukup…bukan karena saya kaya, tapi karena saya tidak butuh kemewahan aра-ара,” katanya. 
Tiyo segera beranjak dan pergi. 
“Saya takut sekali setan dalam diri pertarungan ini. memenangkan. Yogyakarta, 7 Juni 2026. Tiyo Ardianto,” tulisnya.

(DW/TR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250