Dampak Siswa  Keracunan, BGN Suspend SPPG Pondok Kelapa 2

METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Gelagat buruk, ada puluhan siswa dari empat sekolah di Jakarta mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Terkait peristiwa, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung memberikan sanksi suspendkepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi menu MBG tersebut.

“Terdapat puluhan siswa yang keracunan MBG itu dari SMA 91 Jakarta, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09, Jakarta”.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan BGN menyampaikan permohonan maaf atas kejadian insiden keamanan pangan. Dalam program MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2 Duren Sawit Jakarta Timur.

Dia memastikan bahwa BGN akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban. Selain itu, pihaknya juga langsung menghentikan operasional (suspend) dapur MBG terkait.

“Tentu saja Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini”. Mengenai hal itu, BGN akan bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan di rumah sakit,” jelas Nanik dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (5/4).

Kemudian BGN, kata Nanik, telah mengambil langkah tegas sebagai bentuk tanggung jawab dan pengamanan dengan menghentikan operasional SPPG tersebut.

Selain itu, SPPG Pondok Kelapa kami suspend untuk waktu yang tidak terbatas karena kondisi dapur, termasuk tata letak dan IPAL, masih belum memenuhi standar,” ucapnya.

Pramono di RSKD Duren Sawit

Sekedar untuk diketahui, insiden keracunan pada sejumlah sekolah di Pondok Kelapa, Jakarta, terjadi pada Jumat (3/4), setelah sebelumnya pada Kamis (2/4) sore. Pihak SPPG menerima laporan dari guru terkait sejumlah 36 siswa yang mengalami gejala sakit perut, diare, dan mual usai mengonsumsi makanan. 
Menu yang disajikan saat itu meliputi spaghetti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, serta buah stroberi. Tercatat hingga saat ini setelah di identifikasi sebanyak 60 orang terdampak leracunan makanan tersebut.

Sementara para korban merupakan siswa dari empat sekolah, yakni SMA 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09.
Melalui data yang diterima, sebanyak 72 siswa telah menjalani perawatan di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RS Islam Pondok Kopi, dan RS Harum.

Dijelaskan para korban dilaporkan mengalami gejala berupa demam, mual, muntah, hingga diare.
“Ada dampak dari makanan yang disiapkan oleh SPPG di lokasi Pondok Kelapa 2″. Lokasi terdampaknya ada empat sekolah yaitu SMA 91, Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, SDN Pondok Kelapa 07,” kata Pramono, di RSKD Duren Sawit Jakarta Timur, Sabtu (4/4).

Pramono menegaskan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah berkoordinasi cepat dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Dinas Pendidikan, serta Dinas Kesehatan. Dalam rangka memastikan seluruh korban tertangani dengan baik,” tandasnya.

(EN/TR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250