METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Kerja cepat, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan seluruh jajaran Kementerian Pertanian terus bergerak. Mendampingi petani serta menangani pemulihan sektor pertanian. “Sejak hari pertama hingga saat ini pascabencana yang melanda tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat”.
Amran mengatakan, laporan bencana setiap hari terus diterima dan langsung dikoordinasikan. Untuk langsung bergerak menurunkan tim ke lapangan agar sektor pertanian tetap terlindungi dan petani segera mendapatkan bantuan.
Kemudian dia menegaskan keselamatan petani dan keberlangsungan produksi pangan menjadi prioritas utama. Kementan melalui jajaran teknisnya langsung melakukan pendataan kerusakan lahan. Sarana produksi, serta dampak terhadap tanaman pangan dan hortikultura di wilayah terdampak banjir dan bencana lainnya.
“Begitu mendapat laporan dari daerah, tim langsung turun”. Negara harus hadir di saat petani menghadapi musibah,” kata Mentan Amran saat menghadiri raker bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (13/1).
Sehingga berdasarkan data per 13 Januari 2026, luas sawah terdampak di ketiga provinsi mencapai 107.324 hektare. “Dengan rincian, sawah rusak ringan seluas 56.077 hektare, rusak sedang 22.152 hektare, dan rusak berat 29.095 hektare. Selanjutnya dari jumlah total tersebut, lahan tanaman padi dan jagung yang mengalami puso atau gagal panen mencapai 44,6 ribu hektare,” paparnya.
Selain itu, kata Amran, lahan perkebunan non-sawit seperti kopi, kakao, dan kelapa dalam terdampak seluas 29.310 hektare. Lahan hortikultura yang rusak mencapai 1.803 hektare, sementara jumlah ternak mati atau hilang tercatat lebih dari 820 ribu ekor.
Kementan juga mencatat kerusakan infrastruktur pertanian, antara lain 58 unit Rumah Potong Hewan (RPH), 2.300 unit alsintan hilang, 74 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) rusak, dan3 bendungan rusak. Disamping, jaringan irigasi rusak sepanjang 152 kilometer, serta 820 unit jalan produksi terdampak.
Sebagai bentuk respons cepat, Kementan menyalurkan bantuan darurat berupa mesin pertanian (alsintan) untuk mempercepat pemulihan lahan pascabencana. Selain itu, menyiapkan langkah rehabilitasi lahan pertanian agar aktivitas tanam dapat segera kembali dilakukan.
Untuk di Aceh, kata Amran, tim Kementan berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah, dinas pertanian setempat, serta kelompok tani. Dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan di lapangan. Sementara di Sumatera Utara, Kementan fokus pada percepatan normalisasi lahan pertanian terdampak banjir agar tidak mengganggu musim tanam dan produksi pangan regional.
Mentan menginstruksikan seluruh jajaran Kementan untuk bersinergi dengan kementerian/lembaga terkait, TNI/Polri, serta relawan dalam penanganan bencana. Termasuk pengamanan stok pangan dan pendampingan petani.
Dengan demikian, kami ingin memastikan petani tidak berjuang sendiri. Melalui kerja cepat dan kolaborasi semua pihak, optimis sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat segera pulih kembali,” tandas Amran.
(LM/TR)














