METROINDONEWS.COM, TANGGAMUS – Persiapan jalan lurus, Pemerintah Kabupaten Tanggamus menerima kunjungan delegasi STADT Korea di Ruang Rapat Kantor Bupati Tanggamus, dikurif, Kamis (4/6). Kunjungan tersebut menjadi langkah awal penyusunan master plan penanggulangan bencana yang akan dilaksanakan selama 10 bulan di Kabupaten Tanggamus. Tentu saja khususnya di wilayah Kecamatan Wonosobo dan Kecamatan Semaka.
Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H. menerima langsung rombongan STADT Korea yang dipimpin oleh Kim Dae Wuk selaku Chief Executive Officer (CEO).
Turut mendampingi Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanggamus Suaidi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Rully Runa, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hendrawijaya Mega. Beserta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Doni Sengaji Berisang, dan lainnya.
Sementara delegasi STADT Korea terdiri dari Kim Dae Wuk (CEO), Cheon Yu Jin (Assistant Manager), Son Kyoung Su (Director), Dodi Nurdian, dan R.M. Yusuf Indrawan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi mengatakan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Tanggamus sebagai lokasi pelaksanaan program tersebut. Sehingga kami pada prinsipnya menyambut baik dan mendukung penuh rencana kerja sama yang dimaksut.
Pemerintah Kabupaten Tanggamus, kata Asnawi, terbuka untuk berkolaborasi dengan pihak STADT Korea. Namun dia berharap mendapat penjelasan yang lebih rinci mengenai bentuk kerja sama yang akan dilaksanakan. Tahapan pelaksanaannya, serta tujuan akhir yang ingin dicapai bersama,” ucapnya.
Bupati menegaskan kerja sama internasional seperti ini harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Tanggamus. Terutama dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana yang berkelanjutan.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus Hendrawijaya Mega, menyebutkan proyek yang akan dilaksanakan STADT Korea. Merupakan penyusunan master plan kawasan rawan bencana seluas sekitar 300 hektare di Kecamatan Wonosobo dan Semaka.
“Lanjut dia, bersyukur alhamdulillah hari ini kita kedatangan tamu dari STADT Korea yang didampingi tim perwakilan dari Jakarta. Sementara mereka akan melaksanakan penyusunan master plan selama 10 bulan terkait penanganan dan mitigasi kebencanaan di Kabupaten Tanggamus, khususnya di wilayah Wonosobo dan Semaka,” sebutnya.
Menurut Hendrawijaya, setelah penyusunan master plan selesai, Pemerintah Korea melalui Kementerian Pekerjaan Umum Korea. Telah menyiapkan dukungan hibah sebesar 6 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp105 miliar yang akan direalisasikan selama tiga tahun.
Hal tetsebut merupakan peluang besar bagi Kabupaten Tanggamus. Setelah master plan selesai, akan menjadi dasar bagi pengajuan dukungan hibah dari Pemerintah Korea.
Menjadi kebanggaaan, program ini baru pertama kali dilaksanakan di Indonesia dan Kabupaten Tanggamus dipercaya menjadi lokasi pelaksanaannya,” kata Hendrawijaya.
Selain itu, pihak STADT Korea juga berencana mengundang tiga perwakilan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Untuk melakukan kunjungan studi ke Korea Selatan pada November 2026.
“Nanti akan ada kunjungan selama sekitar satu minggu ke Korea Selatan untuk melihat langsung kondisi proyek serupa yang telah berjalan di wilayah Jeju”. Pesertanya akan ditentukan oleh Bapak Bupati,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, CEO STADT Korea Kim Dae Wuk berharap Pemerintah Kabupaten Tanggamus dapat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program, terutama dalam penyediaan data yang dibutuhkan.
Data yang dimaksud meliputi dokumen tata ruang, informasi kebencanaan, serta catatan berbagai peristiwa bencana yang pernah terjadi di Kabupaten Tanggamus. Sebagai bahan penyusunan master plan.
Rencananya, proses pemetaan lapangan menggunakan teknologi drone akan dimulai pada Agustus 2026. Selanjutnya, penyusunan master plan ditargetkan selesai pada Februari atau Maret 2027.
Dengan dimulainya kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Tanggamus berharap program yang dijalankan STADT Korea dapat menjadi langkah strategis. Dalam meningkatkan ketahanan wilayah terhadap ancaman bencana. Sekaligus mendorong pembangunan yang lebih terencana dan berkelanjutan.
(FH/BA)














