METROINDONEWS.COM, Pekanbaru – Makin cepat lebih baik, mengenai hukum yang harus di tegakkan seadil-adilnya, masyarakat kembali dibuat geram dengan beredarnya informasi dugaan penggerebekan pesta narkoba. Telah melibatkan seorang selebgram asal Pekanbaru bersama anak pejabat penting dari Kabupaten Pelalawan di salah satu club malam di Pekanbaru, Minggu (24 /5) malam.
“Kasus tersebut bukan hanya soal dugaan penyalahgunaan narkoba, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di negeri ini”. Publik mempertanyakan, apakah hukum benar-benar berlaku adil atau hanya tajam kepada rakyat kecil. Namun melempem ketika menyentuh lingkaran pejabat dan orang berpengaruh, dikutif, Selasa (26 /5).
Sangat disayangkan jika benar ada upaya membungkam atau meredam pemberitaan demi melindungi pihak tertentu,” ungkap Khoiruddin mahasiswa dari Kecamatan Sekijang Kabupaten Pelalawan. Sehingga jika informasi tersebut benar, maka tindakan itu merupakan bentuk pengkhianatan. Terhadap prinsip keadilan dan transparansi hukum.
Tentu kami sangat mengecam keras segala bentuk perlindungan terhadap pelaku narkoba”. Terlebih jika melibatkan keluarga pejabat. Mengingat, kata Khoiruddin, narkoba adalah musuh bangsa yang menghancurkan generasi muda. Tidak boleh ada satu pun pihak yang kebal hukum hanya karena memiliki jabatan, kekuasaan, ataupun koneksi,” tegasnya.
Dia bersama rekan lainnya, mendesak Polda Riau untuk segera memberikan klarifikasi resmi kepada publik serta membuka fakta yang sebenar-benarnya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Jika memang ada pihak yang terlibat, maka proses hukum harus berjalan secara terbuka, profesional, dan tanpa intervensi.
“Apabila dalam waktu dekat tidak ada penjelasan resmi dan transparan kepada masyarakat”. Dengan begitu, maka kami bersama elemen mahasiswa dan masyarakat sipil siap turun melakukan aksi unjuk rasa di Mapolda Riau. Sebagai bentuk protes terhadap dugaan ketidakadilan hukum dalam penanganan kasus tersebut.
Khoiruddin kembali menegaskan bahwa masyarakat sudah muak melihat hukum yang diduga hanya berani kepada rakyat kecil.
“Jangan jadikan jabatan orang tua sebagai tameng hukum”. Dan jika memang terbukti terlibat narkoba, proses dan umumkan secara terbuka”. Tidak boleh ada yang disembunyikan. Bagaimana juga kami mahasiswa tidak akan tinggal diam apabila hukum dipermainkan. Bila perlu, kami akan turun langsung ke Polda Riau membawa tuntutan dan suara rakyat,” cetusnya.
Dia menambahkan bahwa generasi muda di Kabupaten Pelalawan tidak ingin daerahnya tercoreng akibat dugaan praktik perlindungan terhadap pelaku narkoba.
“Narkoba adalah penghancur masa depan generasi muda maka siapa pun yang terlibat harus ditindak tanpa pandang bulu”. Jangan sampai publik menilai ada orang yang kebal hukum hanya karena memiliki kekuasaan dan koneksi,” sebutnya.
Menurut Khoiruddin, rakyat sudah terlalu sering disuguhi drama hukum yang tajam ke bawah namun tumpul ke atas. Jangan biarkan kepercayaan masyarakat semakin hancur akibat praktik pilih kasih dalam penegakan hukum.
Kami akan terus mengawal kasus ini hingga kebenaran benar-benar terungkap,” simpulnya.
(MR/TR)














