METROINDONEWS.COM, KEBUMEN – Bergerak searah kemajuan, dalam hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kebumen mulai membuka peluang kerja sama dengan Australia. Pada sejumlah sektor strategis, mulai dari pariwisata, pendidikan, kebudayaan, hingga perdagangan. Penjajakan tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, ke Kabupaten Kebumen, yang dikutif, Selasa (4/8).
“Sehingga kunjungan tersebut menjadi agenda resmi pertama Glen Askew di Kebumen”. Berlanjut ketika dia diterima oleh Bupati Kebumen Lilis Nuryani di Rumah Berdaya, Kompleks Pendopo Kabumian.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kebumen memperkenalkan berbagai potensi daerah yang dinilai memiliki peluang. Untuk dikembangkan melalui kemitraan internasional.
Salah satu potensi utama yang dipaparkan adalah Kebumen UNESCO Global Geopark. Kawasan tersebut memiliki kekayaan bentang alam, geologi, budaya, dan kehidupan masyarakat. Tentu saja yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata sekaligus pusat pembelajaran dan penelitian.
Melalui penayangan video profil daerah, delegasi Australia diperkenalkan dengan beragam destinasi di Kebumen. Glen mengaku terkesan setelah mengetahui kabupaten tersebut memiliki kawasan geopark, gua, pantai, dan berbagai bentang alam yang masih terjaga. Maka dia juga merencanakan kunjungan ke sejumlah destinasi tersebut. Termasuk Pantai Menganti dan Benteng Van der Wijck.
Selain memperkenalkan potensi wisata, Pemerintah Kabupaten Kebumen turut memamerkan produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah. Produk tersebut meliputi batik tulis, kerajinan tangan, serta sejumlah makanan khas seperti lanting dan emping.
Glen bahkan menyempatkan diri mencicipi produk kuliner yang dipamerkan. Perkenalan tersebut menjadi bagian dari upaya memperlihatkan bahwa potensi kerja sama dengan Australia. Tidak hanya dapat dibangun melalui destinasi wisata, tetapi juga melalui pemasaran produk lokal dan penguatan sektor ekonomi kreatif.
“Sedangkan, Pemkab Kebumen berharap hubungan erat antara Indonesia dan Australia dapat diperluas hingga ke tingkat daerah”. Australia selama ini menjadi salah satu negara asal wisatawan mancanegara yang banyak berkunjung ke Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Glen menyebut sekitar 1,7 juta warga Australia mengunjungi Bali sepanjang tahun sebelumnya.
Kendati, besarnya pergerakan wisatawan itu dinilai dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan destinasi lain di Indonesia, termasuk Kebumen, kepada pasar Australia.
Namun, upaya menarik wisatawan internasional membutuhkan tindak lanjut yang lebih konkret. Promosi destinasi perlu disertai dengan penyediaan informasi berbahasa asing, paket perjalanan, dan akses transportasi. Tak kalah penting mengenai, kesiapan pelaku wisata, hingga penguatan standar pelayanan.
(PRS/BG)














