METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Prajurit kelas dunia, Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan Indonesia dan Thailand akan meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan. Salah satu agenda yang disiapkan ialah latihan bersama pasukan khusus kedua negara.
Rencana tersebut disampaikan Sjafrie usai menerima kunjungan Menteri Pertahanan Thailand Adul Boonthumjaroen di Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Selasa (4/8).
Lanjut Menhan, kedua negara sepakat memperluas implementasi Defense Cooperation Agreement (DCA) yang selama ini menjadi payung kerja sama pertahanan Indonesia dan Thailand.
“Dimana kita akan terus mengembangkan kerja sama bilateral, baik itu di bidang latihan, pendidikan, pertukaran personel, dan industri pertahanan”. Sekaligus menyasar pada kegiatan lain yang berhubungan dengan multilateral sebagai negara yang serumpun di ASEAN,” tegas Sjafrie.
“Selain memperkuat kerja sama di bidang pendidikan dan pertukaran personel”. Tetapi Indonesia juga ingin meningkatkan kemampuan prajurit melalui kolaborasi dengan Thailand. “Sebagai contoh, kita akan melakukan pertukaran perwira, prajurit dari pasukan khusus kedua negara. Maka kita juga berencana untuk melakukan latihan antara kedua pasukan khusus Indonesia dan Thailand,” paparnya.
Kemudian, Sjafrie menilai Indonesia dan Thailand memiliki kepentingan yang sama dalam menjaga stabilitas kawasan ASEAN. Terutama di wilayah Selat Malaka, karena dalam hal itu, Indonesia mendorong penguatan kerja sama multilateral. Melalui peningkatan patroli terkoordinasi antarnegara di kawasan tersebut.
“Kehadiran Menteri Pertahanan Thailand di Indonesia, bersamaan dengan komitmen Perdana Menteri Thailand dengan Presiden Indonesia kemarin”. Dengan agenda akan lebih meningkatkan suatu kerja sama yang lebih erat tidak hanya secara institusi, tapi juga secara individu,” tandas Menhan.
Menteri Pertahanan Thailand Adul Boonthumjaroen menambahkan hubungan pertahanan antara Indonesia dan Thailand selama ini telah terjalin dengan baik. Mengingat, kata dia, kerja sama kedua negara telah mencakup berbagai bidang. Mulai dari latihan militer hingga pertukaran pengetahuan.
Mengenai hubungan antara dua Kemhan di bawah angkatan masing-masing adalah latihan bersama. Selanjutnya, pendidikan bersama dan pertukaran semua yang kita pintar dalam mata ilmu masing-masing,” imbuhnya.
(ASP/MIN)














