Disdik Semarang: Evaluasi SD Negeri Tidak Jadi Pilihan Masyarakat

METROINDONEWS.COM, SEMARANG – Kendala harus terlewati, Dinas Pendidikan Kota Semarang akan mengevaluasi penyebab sejumlah Sekolah Dasar (SD) Negeri mengalami kekurangan siswa pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini.

Kepala Disdik Kota Semarang M Ahsan, dikutif pada Senin (20/7), menjelaskan faktor penyebab beberapa SD Negeri kekurangan siswa cenderung kompleks.
Karena di antara sekolah yang minim murid baru adalah SDN 1 Purwoyoso di Kecamatan Ngaliyan. Dengan hanya mendapat tiga murid baru. Sementara, SDN Wonodri yang hanya mendapatkan lima murid.

Kadisdik mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan penelusuran data bahwa jumlah lulusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kota Semarang sebanyak 22.567 anak. Sedangkan kuota di SD negeri sekitar 14.530 siswa.

Terdata lulusan PAUD ada 22.567 anak. Nah, pendaftar di SD negeri itu di angka 12.000-an siswa. Sehingga, kesimpulannya selebihnya mendaftar di SD swasta, di MI (madrasah ibtidaiyah) atau di satuan pendidikan yang lain,” ujarnya.

Sehingga artinya, lanjut dia, ada kecenderungan pilihan sekolah untuk anak-anak bergeser dari SD negeri.

Tentu kami perlu lakukan evaluasi yang lebih mendalam, mengapa beberapa SD negeri itu tidak menjadi pilihan masyarakat. Mengingat biasanya faktornya berbeda-beda, bahkan kompleks,” sebut Kadisdik.

Sedangkan dari hasil evaluasi, kata Ahsan, nantinya baru bisa dilakukan langkah lebih lanjut. Semisal perlu dilakukan intervensi, penambahan sarana prasarana, peningkatan mutu pembelajaran, dan mutu guru.
Disamping, mungkin ada hal lain yang perlu dilakukan. Semua berdasar, setiap sekolah yang kekurangan murid itu mungkin punya problem yang berbeda,” ucapnya.

Kalau secara demografi, dia memastikan tidak ada permasalahan. Sebab jumlah lulusan PAUD di Kota Semarang jauh lebih banyak dibandingkan dengan bangku yang tersedia di SD negeri.

Dimana lulusan PAUD sebenarnya cukup banyak. Tetapi, mungkin perlu didalami lagi pemetaan tiap wilayah. Perlu pemetaan lebih ke dalam, ke lokasi kelurahan maupun ke desa.

Ketika ditanya kemungkinan pembukaan sekolah rakyat di Semarang berdampak terhadap berkurangnya siswa yang mendaftar ke SD negeri? Menurut dia, tidak ada kaitannya.

Belum menemukan hubungannya di situ. Jadi, sekolah rakyat kan positif ya, karena ini untuk warga desil 1, desil 2 bisa mendapatkan perhatian yang lebih baik dari negara,” unkapnya.

Ahsan berpendapat tidak ada korelasi yang signifikan keberadaan sekolah rakyat. Dengan kekurangan jumlah pendaftar di SD negeri.

Perlu untuk diketahui, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kota Semarang pada tahun ajaran baru ini menerima total 270 siswa, 90 siswa di antaranya jenjang SD.

(ANT/BM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250