Bupati: Bidik Kuliner Lokal Jadi Magnet Wisata, Sop Nibung dan Sambal Khas Tanggamus

METROINDONEWS.COM, KAB. TANGGAMUS, Semua menuju perubahan, Kabupaten Tanggamus tidak boleh hanya dikenal karena keindahan alam dan pesona wisata baharinya. Kekayaan kuliner tradisional, hasil bumi, serta cita rasa khas daerah juga harus menjadi kekuatan baru untuk menarik wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Hal tersebut ditekankan Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., ketika menerima audiensi Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Tanggamus di Ruang Rapat Bupati, Senin (2/11).

Dalam pertemuan itu, Bupati secara khusus mendorong pelaku usaha perhotelan dan restoran agar tidak hanya menjalankan bisnis kuliner. Melainkan turut mengambil peran dalam memperkenalkan kekayaan lokal. Sop nibung, sambal khas Lampung, makanan tradisional, hingga produk hasil pertanian, perkebunan dan perikanan. Karena dinilai memiliki potensi besar untuk diangkat menjadi identitas kuliner Tanggamus.

Menurut Bupati, pembangunan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi. Wisatawan membutuhkan pengalaman menyeluruh. Mulai dari kemudahan akses, kenyamanan penginapan, kualitas makanan, hingga keramahan pelayanan.
“Hotel dan restoran ini bagian dari wajah pelayanan daerah”. Sebab orang yang datang dari jauh tentu akan melihat bagaimana penyambutannya, makanannya, pelayanannya, dan bagaimana kesan mereka selama berada di Tanggamus,” kata Bupati.

Maka dia menilai Tanggamus memiliki modal pariwisata yang sangat besar, mulai dari wisata bahari, pegunungan, hingga kawasan pesisir Teluk Semaka. Potensi tersebut harus dikelola secara serius melalui kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan investor.

Bupati mengajak PHRI untuk membangun ekosistem usaha yang melibatkan UMKM serta memprioritaskan produk lokal sebagai bahan baku. Dengan begitu, pertumbuhan sektor pariwisata tidak hanya dinikmati pemilik hotel dan restoran. Tetapi turut membuka peluang usaha, lapangan pekerjaan, dan meningkatkan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Arpin, S.Pd., M.M., Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Maradona, S.STP., M.Si., Asisten III Jon Novri, Kepala BKAD Afrida Susanti, S.E., M.M.. Kepala Dinas Pariwisata Marhasan Samba, S.I.P., Kabag Kerja Sama NS. Maryani, S.Kep., serta Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Syafrizal.

Sementara dari PHRI hadir Ketua Azuwansyah, Sekretaris Subhan, Bendahara Claudia, Ketua Panitia Saiful, serta sejumlah anggota lainnya.

Sop Nibung dan Sambal Khas Jangan Sekadar Jadi Pelengkap

Dorongan menjadikan kuliner sebagai identitas daerah juga mendapat perhatian serius dari Kepala BKAD Tanggamus, Afrida Susanti. Dimana kekayaan kuliner tradisional, lanjut dia, harus ditampilkan secara konsisten. Sop nibung, sambal khas Lampung, serta aneka makanan dan kue tradisional jangan hanya menjadi sajian sesekali. Namun perlu diperkenalkan melalui restoran, hotel, maupun kegiatan resmi pemerintah daerah.

Afrida menyebutkan, cita rasa yang baik harus dibarengi kualitas pelayanan, kebersihan, dan kenyamanan. Tentu agar memberikan pengalaman positif bagi setiap pengunjung.
“Jangan sampai makanan kita sudah bagus, tetapi pelayanannya kurang. Kita harus menjaga kualitas pelayanan. Kuliner khas daerah juga perlu ditampilkan supaya orang datang ke Tanggamus memiliki pengalaman dan mengenal makanan khas kita.
Sehingga sajian tradisional Lampung lebih banyak dihadirkan dalam kegiatan pemerintahan. Dengan demikian, tamu dari luar daerah dapat mengenal langsung kekayaan kuliner Tanggamus,” imbuh Afrida.

(MLN/BA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250