Daerah  

Acara Pelantikan LAK Berujung Kecewa DI Duga Rina Menghilang Bawa Kabur Uang Liputan Publikasi Media 15 Juta

METROINDONEWS.COM RIAU–Di tengah kemeriahan pelantikan Ketua Lembaga Adat Kampar (LAK) dan seluruh pengurus, Minggu (8/11/2026), muncul dugaan persoalan dana publikasi media yang membuat sejumlah awak media kecewa.

Dugaan itu menyeret nama Rina, yang disebut-sebut sebagai Si Ompu, bagian dari pengurus LAK yang dipercaya oleh Ketua Panitia Pelantikan LAK, Datuk Anto,  untuk mengkoordinir rekan-rekan media wartawan dalam mempublikasikan acara pelantikan, mulai dari rencana acara hingga akhir pelantikan.

Kata datuk anto seluruh dana publikasi sudah kami serahkan kepada saudari Rina , jadi sama Rina saja rekan media berurusan sebab soal liputan katanya uang senilai 15 juta sudah di serahkan kepada Rina”, ucap Dt anto saat di konfirmasi

Berdasarkan pengakuan sejumlah awak media, nilai kontrak publikasi tersebut disebut-sebut sebesar Rp 15 juta.

Awak Media Pertanyakan Komisi Peliputan

Tiga orang awak media yang meliput acara tersebut mengaku menemui Rina untuk mempertanyakan soal komisi peliputan.

“Mana komisi peliputan kami Kak Rina????” tanya awak media tersebut.

Rina disebut menjawab dengan singkat, “Tidak ada,” ucap Rina.

Namun, awak media mengaku mendengar pengakuan lain dari Datuk Anto selaku Ketua Panitia Pelantikan Pengurus LAK Kampar, yang menyebut dana untuk lokasi peliputan acara LAK ada pada Rina sebesar Rp 15 juta.

“Siapa yang bilang????? Yang punya lokasi peliputan acara LAK ada sama kakak 15 juta,” ujar Datuk Anto, sebagaimana ditirukan oleh awak media.

Perbedaan keterangan inilah yang kemudian menimbulkan pertanyaan di kalangan awak media yang telah meliput acara dari awal hingga akhir.

Rina Disebut Kabur dan menghilang dari Balai Adat ketika acara di penghujung hampir selesai.

Tak lama setelah ditanya soal dana tersebut, Rina disebut-sebut kabur dari Balai Adat Kabupaten Kampar dan hilang jejak.

Hingga berita ini diturunkan, awak media mengaku belum berhasil menghubungi Rina untuk meminta klarifikasi terkait dugaan tersebut.

“Kami sudah berusaha mencari, tapi Rina tidak ada lagi di lokasi Balai Adat,” ujar salah seorang awak media.

Sementara itu ketua PWI Kampar di hubungi mengaku kaget mendengar besaran anggaran angka publikasi 15 juta, “Justru saya kaget mendengarnya kok sebesar itu ya”, ucap syawal.

Semoga persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan secara kekeluargaan. Media telah bekerja meliput dari awal hingga akhir acara, dan sudah sepatutnya hak-hak media dihargai sesuai dengan kesepakatan yang ada.

Semoga ke depan, setiap kegiatan adat dan kegiatan besar lainnya di Kabupaten Kampar dapat berjalan lebih transparan, lebih tertib, dan tidak lagi merugikan pihak manapun.

Kami media METROINDONEWSS.COM akan memberikan hak jawab ke pada nama yang bersangkutan sesuai UUD pers no 40 tahun 1999.

(Tim)

Penulis: Jurnalis METROINDONEWS.comEditor: Mardianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250