METROINDINEWS.COM, NTT – Turut bergerak cepat, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto. Meninjau langsung kondisi warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif sekaligus melihat dari dekat kebutuhan masyarakat yang hingga kini masih berada di lokasi pengungsian.
Dimana kunjungan tersebut, Kapolri didampingi Komandan Korps Brimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran. Beserta Komandan Pasukan II Korbrimob Polri Brigjen Pol. Heru Novianto, dan sejumlah pejabat terkait.
Kapolri menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban dan keluarga yang terdampak bencana. Sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan warga yang meninggal dunia serta korban yang masih menjalani perawatan.
“Pertama-tama, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas bencana gempa bumi yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujar Kapolri.
“Sebagai bagian dari respons cepat menghadapi bencana”. Polri telah membentuk delapan Posko Tanggap Bencana, yakni satu posko di Labuan Bajo dan tujuh posko pada Polres di wilayah terdampak.
Posko tersebut menjadi pusat koordinasi dan pengendalian operasi kemanusiaan. Mulai dari proses evakuasi, pelayanan masyarakat, pendataan korban dan kerusakan, distribusi bantuan logistik. Sampai dengan pengamanan kawasan terdampak.
“Tak hanya mengerahkan personel, Polri juga memperkuat dukungan logistik bagi masyarakat. Hingga Selasa (18/8)”. Tercatat 247,66 ton bantuan kemanusiaan telah dikirim ke wilayah terdampak.
Bantuan tersebut terdiri atas 19,59 ton bantuan dari Mabes Polri dan 228,07 ton bantuan dari lima Polda jajaran.
Dalam peninjauan tersebut, Polri turut menyerahkan bantuan secara langsung kepada warga di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. Bantuan yang disalurkan meliputi paket bantuan sosial, mainan anak-anak, kasur, tandon air, serta boks berisi obat-obatan.
Seluruh bantuan tersebut diangkut menggunakan enam truk untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kehadiran Kapolri di tengah warga terdampak menjadi penegasan bahwa penanganan bencana tidak semata berorientasi pada aspek evakuasi. Tetapi turut memastikan kebutuhan dasar masyarakat selama berada di pengungsian tetap terpenuhi.
Kapolri berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga. Sekaligus dapat memenuhi kebutuhan masyarakat selama menjalani masa pengungsian,” imbuhnya.
(JRN/SP)














