Kisruh Aliran Uang 20 Juta Mahasiswa UBK Setelah Temui Gibran Disorot Tajam PDI-P

METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Pakai jalur cepat, terkait aliran uang puluhan juta rupiah yang diterima mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK). Seusai menggelar demonstrasi dan menemui Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memicu reaksi keras.

Ketua DPP PDI-P Deddy Sitorus menilai insiden ini sebagai bukti nyata adanya pihak yang berupaya menunggangi gerakan mahasiswa dari level atas.
“Nah, orkestrasi murahan seperti ini kan tidak mungkin dari bawah begitu, tetapi dari atas,” kata Ketua DPP PDI-P Deddy Sitorus, saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6)
Selama ini, PDI-P kerap dituduh berada di balik berbagai aksi mahasiswa. Namun, temuan di UBK ini justru mengarahkan tudingan tersebut kepada pihak lain.

“Cuma sayangnya kan yang dituding dengan yang sebenarnya melakukan kadang-kadang tidak sejalan”. Dimana kita dituding menunggangi gerakan mahasiswa,”ujarnya.
Deddy menyoroti pengakuan mahasiswa yang menyebut menerima dana bervariasi antara Rp. 20 juta sampai Rp. 30 juta. Uang tersebut diduga kuat untuk mengubah arah aksi hingga berujung pada pertemuan dengan Gibran di Istana Wakil Presiden.

“Tetapi kalau inisiatif anak buah, saya kira aneh? Karena mahasiswa itu menurut pengakuan mereka, diberikan uang oleh polisi sekitar Rp. 20 juta lebih ya, Rp. 20 juta sampai 30 juta. Untuk kemudian belok arahnya, lanjut dia, demonya bertemu dengan Wapres secara langsung begitu.
“Tudingan asal usul dana dari pihak kepolisian juga menjadi perhatian khusus PDI-P”. Kendati, fakta bahwa polisi yang memberikan uang menurut pengakuan mereka, itu betul-betul keterlaluan sih kalau menurut saya,” beber Deddy.

Dia berharap publik belajar dari kejadian ini agar tidak mudah menuduh. “Nah, saya kira ini pelajaran buat kita semua agar jangan sembarangan menuduh”. Karena kadang-kadang orang-orang yang sembunyi di belakang itu lebih mudah untuk melakukan manuver-manuver murahan seperti ini,” sebutnya.
Sebelumnya, Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK Muhammad Abdimaludin secara terbuka mengakui telah menerima uang sebesar Rp 20 juta. Uang ini didapat usai demonstrasi dan pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Senin (15/6).

Pengakuan mengejutkan tersebut, terjadi ketika dalam forum klarifikasi mahasiswa, Senin (22/6) malam. Mahasiswa FH Na’ilah Panrita Hartono menerangkan bahwa forum tersebut adalah hasil desakan mahasiswa yang menuntut transparansi BEM.

“Pertemuan mereka dengan Wakil Presiden Gibran memicu banyak pertanyaan dari mahasiswa”. Sehingga pada akhirnya disepakati untuk mengadakan forum agar semuanya bisa dijelaskan secara terbuka,” kata Mahasiswa FH Na’ilah Panrita Hartono, ketika berbincang dengan kompas.com, Selasa (23/6).

Forum yang awalnya alot karena ketidakhadiran Abdi akhirnya menemukan titik terang. Abdi mengaku menerima uang agar massa tidak berdemo di Istana Presiden Jakarta Pusat.

“Dia menjelaskan kronologinya tentang dia dapat uang, sejumlah uang, yang menurut keterangannya ditujukan agar aksi tidak dilakukan di depan Istana Negara”. Tetapi dipindahkan ke Gedung DPR RI,” jelas Na’ilah.
Faktanya, pemindahan titik aksi ke Gedung DPR RI tidak terlaksana dan mahasiswa tetap berada di kawasan Istana Negara.

Kekecewaan mahasiswa memuncak saat rincian pembagian uang tersebut terbongkar. Dari total dana, Abdi menerima Rp. 6 juta.
“Setelah ditelusuri lebih lanjut, ada tujuh orang penerima dari uang Rp 20 juta tersebut,” jelasnya menutup penjelasan rincian distribusi kepada pengurus BEM dan pihak lain.

(GN/TR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250