METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Siapa kuat, siapa dekat, dan siapa yang mendapat? pusaran dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memanas. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, beredar daftar 32 nama yang diklaim memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut. Namun hingga Rabu (10/6), Kejaksaan Agung belum mengumumkan secara resmi penetapan tersangka.
Terhadap nama-nama yang beredar di publik selain pihak yang telah diumumkan melalui proses hukum resmi. Perkembangan terbaru muncul setelah kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Elza Syarief, membeberkan bahwa kliennya, Sony Sonjaya, telah menyampaikan sejumlah nama kepada penyidik saat pemeriksaan berlangsung.
Menurut dia, data tersebut tersimpan di telepon seluler milik Sony yang telah disita penyidik Kejaksaan Agung. Data itu disebut berkaitan dengan dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG.
Akhirnya saya bilang ke Pak Sony, sebut namanya dari awal. Semua dijelaskan terkait bagaimana sistemnya dan semua data itu ada. Salah satu datanya ada dihandphone,” kata Elza dalam program yang dikutip sejumlah media, Jum’at (12/6).
Dia mengungkap bahwa salah satu nama yang disebut Sony dalam pemeriksaan adalah Kepala BGN, Nanik S Deyang. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk dugaan keterlibatan maupun peran yang dimaksud.
Menurut Elza, indikasi tersebut berkaitan dengan surat yang pernah diunggah Sony melalui akun media sosial pribadinya setelah ditetapkan sebagai tersangka. Dalam surat itu, Sony menyampaikan ucapan terima kasih kepada Nanik atas sesuatu yang disebut sebagai “hadiah indah”. Meski tidak dijelaskan maksud dari pernyataan tersebut.
Kasus ini bermula dari penyidikan dugaan korupsi tata kelola program MBG yang menyeret mantan pejabat BGN. Dalam perkembangannya, Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai justice collaborator dan mengaku siap membuka informasi yang diketahuinya kepada penyidik.
Kejaksaan Agung hingga kini masih melakukan pendalaman terhadap keterangan yang diberikan para pihak. Status hukum nama-nama yang disebut dalam pemeriksaan masih menunggu hasil verifikasi dan pembuktian penyidik.
Daftar Lengkap 32 Nama Yang Beredar Diduga Terlibat Kasus Korupsi MBG Dengan Tersangka Utana (3 Orang) – Otak Kasus Tersanhka Utama (3 Orang) – Otak Kasus:
1. Dadan Hindayana – Mantan Kepala BGN (Pemimpin Utama Jaringan) 2. Sony Sonjaya – Mantan Wakil Kepala BGN (Pemegang Data & Daftar Lengkap) 3. Lodewyk Pusung – Mantan Wakil Kepala BGN (Koordinator Lapangan)
Penjabat Tinggi Kementerian dan Negara (8 Orang) – Pengatur Kebijakan:
4. Taufiq Hidayat – Menteri / Mantan Menteri (Kementerian Terkait Pangan & Gizi) 5. Ir. Budi Santoso – Sekretaris Jenderal Kementerian 6. Dr. H. Suwarno – Direktur Jenderal Tata Niaga Pangan 7. Andi Wijaya – Kepala Biro Keuangan Negara 8. Dr. Ridwan Amiruddin – Pejabat Eselon I BGN 9. Ir. Dedy Mulyadi – Pejabat Eselon II BGN 10. H. Yulian & H. Rudi Hartono – Kepala Dinas Pangan Provinsi (2 orang)
Pengusaha dan Kontraktor (9 Orang) – Penikmat dan Pelaksana Proyek:
11. H. Surya Darma – Pemilik PT Maju Bersama (Pengadaan Motor Listrik) 12. Tony Prasetyo – Pemilik PT Gizi Sejahtera (Pengadaan Makanan Siap Saji) 13. William Tan – Pemilik PT Elektronik Nusantara (Pengadaan TV/Tablet Edukasi) 14. H. Agus Salim – Direktur Utama PT Sarana Pangan 15. Maria Goretti – Pengusaha Yayasan Mitra Gizi 16. Joko Susanto – Calo Proyek Utama / Perantara Tender 17. Ir. Hermawan – Pengusaha Jasa Pengiriman & Logistik 18. Siti Aminah – Direktur Keuangan Perusahaan Mitra 19. Dr. Bambang Sutrisno – Konsultan Keuangan (Pengatur Laporan Keuangan)
Politisi dan Anggota Dewan (5 Orang) – Pelolos Anggaran serta Peelindungan Politik:
20. H. Ahmad Riza – Ketua Komisi DPR Bidang Pangan & Pertanian 21. Dr. H. Faisal Basri – Wakil Ketua Komisi DPR 22. H. Zainuddin – Anggota DPR Fraksi Utama / Kuat 23. Ir. Yogi Pratama – Anggota DPR Fraksi Pendukung 24. H. Irawan – Kepala Daerah / Gubernur (Penerima Aliran Dana Daerah)
Aparat dan Pengawas (4 Orang) – Pelindung Jaringan:
25. Irjen (Purn) H. Suyono – Purnawirawan Jenderal Polri (Penasihat Keamanan) 26. Letjen (Purn) H. Sutanto – Purnawirawan Jenderal TNI (Penjamin Keamanan) 27. Jaksa Agung Muda – Pejabat Tinggi Kejaksaan Tinggi (Pelindung Hukum) 28. H. Kamaruddin – Pejabat Badan Pengawas Keuangan Negara
Staf dan Pelaksana Teknis (3 Orang) – Eksekutor di Lapangan:
29. Andika Permana – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) – Kunci Tender 30. Rina Marlina – Staf Pengadaan Barang & Jasa 31. Dwi Cahyono – Staf Keuangan BGN (Pencair Dana) 32. Hendra Gunawan – Akuntan Resmi (Pembuat Laporan Fiktif)
Fakta Hukum dan Statu:
Total 32 orang, semua nama sudah terverifikasi ada bukti transaksi & peran.
Aliran Dana:
diduga mencapai Rp 19,8 Triliun dari total anggaran program MBG.
Tindak Lanjut: Kejagung jadwalkan penetapan status tersangka resmi untuk seluruh nama di atas dalam 2–3 hari ke depan.
Keterlibatan:
Meliputi semua unsur, Pembuat Kebijakan, Pengusaha, Politisi, Aparat, hingga Pelaksana.
Sumber Resmi: tvOneNews, Pernyataan Elza Syarief (Pengacara Sony Sonjaya), Data Kejagung (5–8 Juni 2026) Status: Data lengkap & bukti aliran dana tersimpan di HP Sony Sonjaya (sudah disita penyidik). Kendati demikian, seluruh nama yang beredar dalam daftar tersebut saat ini masih berupa klaim yang muncul dalam proses penyidikan. Tentu saja belum dapat dianggap sebagai pihak yang bersalah sampai terdapat keputusan hukum yang berkekuatan tetap.
(HL/TR)














