METROINDONEWS.COM, TOBELO – Geliat ekonomi rakyat, ketika di sela-sela agenda kunjungan kerjanya yang padat di Kabupaten Halmahera Utara belum lama ini, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda melakukan panen perdana komoditas cabai bersama kelompok tani setempat.
Sekaligus, menyerahkan bantuan puluhan unit alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendongkrak produktivitas pangan lokal.
“Dimana kegiatan sektor agraris tersebut menjadi salah satu rangkaian utama dari agenda kunjungan kerja Gubernur di Bumi Hibualamo”. Selain menghadiri upacara pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Maluku Utara 2026.
Kemudian pada kesempatan itu, Gubernur Sherly memberikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras dan konsistensi para petani mandiri yang berhasil mentransformasikan lahan tidur. “Sampai menjadi kawasan pertanian hortikultura yang produktif dan bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.
“Pemanfaatan lahan secara optimal seperti ini terbukti memberikan dampak domino yang luar biasa bagi ketahanan pangan lokal. Berlanjut pada peningkatan gizi warga di sekitar kawasan pertanian,” kata Sherly.
Paket bantuan stimulan pertanian yang diserahkan langsung oleh Gubernur kepada 9 Kelompok Tani (Poktan) binaan tersebut terdiri atas: 5 unit traktor tangan (hand tractor), 4 unit mesin penggembur tanah (cultivator), 12 paket benih tomat unggul, 200 kg pupuk NPK. Selanjutnya berupa 1 unit alat semprot tangan (hand sprayer), serta paket bantuan pestisida berupa fungisida dan insektisida.
“Tentu dengan memanfaatkan momentum berkumpulnya para petani”. Gubernur menggelar sesi dialog interaktif pada sore hari untuk menjaring aspirasi langsung dari akar rumput.
“Dimana salah satu keluh kesah utama yang disampaikan oleh perwakilan petani adalah stabilitas harga hortikultura di pasar lokal”. Mengingat sering kali fluktuatif (naik-turun secara tidak menentu).
Merespons aspirasi tersebut Gubernur dengan tegas menginstruksikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara. Untuk segera berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan intervensi tata niaga dan penyesuaian harga acuan pembelian cabai di tingkat petani pada kisaran Rp. 50 ribu per kilogram. Tak lain agar para petani tidak merugi saat panen raya.
“Selain masalah harga, dialog juga menyoroti mendesaknya kebutuhan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), demikian menguntif keterangan yang disampaikan Humas Pemprov Maluku Utara, Jum’at (12/6). Jalan tani merupakan prasarana transportasi krusial di kawasan produksi untuk memperlancar mobilitas alsintan. Dalam tujuan mempermudah distribusi sarana produksi seperti pupuk dan benih. Sekaligus mempercepat pengangkutan hasil panen menuju pasar.
“Pemberian bantuan alsintan dan komitmen pembangunan infrastruktur ini merupakan bukti nyata keberpihakan Pemprov Maluku Utara”. Sangat besar terhadap kesejahteraan sektor pertanian,” ucapnya.
Dia berharap bantuan mekanisasi pertanian ini dapat dirawat dengan baik dan digunakan secara bergiliran antarkelompok. Hal tersebut bertujuan agar target peningkatan volume produksi, produktivitas lahan, serta mutu kualitas hortikultura dapat diwujudkan guna mendongkrak pendapatan riil keluarga petani,” imbuh Sherly.
(RHM/GN)














