Syarifuddin Hafid: Pembangunan Ekonomi Berjalan Seiring Pelestarian Lingkungan

METROINDONEWS.COM, PALU – Inisiasi kemajuan, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan (sustainable development) mutlak harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Konsep tersebut mengakui bahwa sumber daya alam adalah fondasi dari aktivitas ekonomi dan keberlanjutan jangka panjang.

Demikian disampaikan Wakil Ketua II DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) periode 2024-2029, Syarifuddin Hafid. Ketika menghadiri  peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Morowali Ke-26, di  Alun – Alun Rumah Jabatan Bupati Morowali, Jumat (5/12/) lalu.

Karena morowali memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup besar. “Sehingga karunia Allah SWT tersebut yang harus kita kelola dengan sebaik-baiknya”.

Pembangunan ekonomi harus berjalan beriringan dengan pelestarian alam serta kesejahteraan masyarakat,” sebut Syarifuddin.
“Melalui pesatnya industrialisasi di Morowali, yang didorong oleh investasi besar di sektor nikel, memunculkan kekhawatiran dan tantangan lingkungan yang signifikan”.

Menurut dia, ekonomi bergantung pada sumber daya alam, seperti air, mineral, hutan, dan keanekaragaman hayati. Degradasi lingkungan mengancam ketersediaan bahan baku di masa depan. Lingkungan yang rusak akan membawa akibat buruk bagi kehidupan.

Dengan ekosistem yang sehat, kata Syarifuddin, berfungsi sebagai penyangga alami terhadap bencana terkait iklim seperti banjir dan badai, yang jika terjadi dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang besar. Pembangunan berkelanjutan memastikan bahwa generasi mendatang juga dapat memenuhi kebutuhan mereka dan menikmati kualitas lingkungan yang baik,” ucapnya.

Waket II DPRD Sulteng ini menekankan, fokus pada keberlanjutan mendorong inovasi dalam energi terbarukan, teknologi hijau, dan praktik bisnis yang ramah lingkungan, dapat membuka lapangan kerja dan pasar baru.

Dengan demikian, kerangka kebijakan modern berupaya mengintegrasikan tujuan ekonomi dengan perlindungan lingkungan.
Tentu dia, berharap pemerintah daerah dapat terus membangun sinergi yang baik dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Morowali.

Terutama, lanjut Syarifuddin, dalam memastikan keberlanjutan lingkungan di tengah pesatnya aktivitas industri. Sehingga pembangunan ekonomi di Morowali harus dilaksanakan dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan. Bertujuan untuk dapat memastikan kemajuan industri tidak merusak lingkungan secara permanen,” imbuhnya.

(MJC/IRS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250