Pejuang Damkar Andriyono Wafat Usai Mengalami Serangan Jantung

METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Ketika musibah datang, petugas Damkar Jakarta Timur Andriyono meninggal akibat serangan jantung usai mengeluh nyeri dada saat bertugas di TPS liar Kramat Jati, Sabtu (1/8) lalu.

Pria berusia 37 tahun, mengeluh nyeri dada saat sedang menyambung selang dan mencari sumber air di lokasi kebakaran tempat pembuangan sementara liar di Kramat Jati. Lalu dia langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Harapan Bunda. Andriyono memiliki riwayat penyakit jantung. Namun nasib berkata lain, dia mengembuskan napas terakhir di rumah sakit tersebut akibat serangan jantung.

Kabar tentang kepergiannya menguat sejak Senin (3/8) malam, setelah dua laporan tentang percakapan terakhirnya dengan sang istri.

Dimana Linda (43), sosok istri Andriyono, meceritakan kepada wartawan di kediamannya di Ciracas, ketika pagi itu suaminya memintanya tinggal di rumah untuk menjaga anak-anak. “Pada pagi itu, dia makan bareng sama anak lakinya. Terus dia mau jalan kerja, dia marahin saya, ‘Jangan berangkat kerja, Neng’. Saya dilarang kerja. Tapi saya tetap kerja. Saya bilang, ‘kalau saya enggak kerja, gimana nanti anak-anak?’, saya bilang gitu kan. Terus akhirnya dia berangkat lah,” terang Linda.

Menjelang siang, anak pertama mereka menelepon Linda menanyakan tempat penyimpanan berkas ayahnya. Kemudian dia lalu mengabarkan bahwa Andriyono dibawa ke Rumah Sakit Harapan Bunda.

Linda mengenang suaminya sebagai sosok pendiam di luar rumah, tetapi dekat dengan anak-anak. “Emang kalau dilihat ya sekilas, kalau orang lihat gitu ya, bapak orangnya pendiam,” sebutnya. Cuma kalau buat keluarga, buat anak ya, apalagi anaklah, istimewalah buat anaknya dia. Dia ayah yang paling istimewa,” kata Linda lirih.

Andriyono menerima kenaikan pangkat luar biasa, dan keluarganya menerima santunan sebesar Rp344.161.500 dari PT. Taspen, yang diterima istri dan putrinya, atas kegugurannya. Penghargaan tersebut menjawab sisi penghormatan atas pengabdian Andriyono. Kendati belum menjawab pertanyaan pencegahan, apakah TPS liar Kramat Jati sudah ditutup permanen, dan lokasi serupa di Jakarta Timur ikut diperiksa. Mengingat satu hal apakah ada evaluasi kondisi kesehatan personel yang bertugas di lapangan berat agar kejadian serupa tidak berulang bagi rekan seregunya, semua belum terkonfirmasi?

Slogan “Pantang Pulang Sebelum Padam” sudah lama melekat pada etos kerja petugas pemadam kebakaran, dikutif Selasa (4/8).


(ANT/TR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250