Kualifikasi Moto3 San Marino 2026, Vede Ega Pratama Beri Label Aman Posisi Tim Honda Asia

METROINDONEWS.COM, SAN MARINO – Terus menunjukan kelasnya, Hari pertama Moto3 San Marino 2026 di Sirkuit Misano, Italia di kutif pada Saptu (12/9) dibuka dengan meyakinkan oleh Zen Mitani pada sesi pagi.
Dimana Latihan bebas 1/Free practice 1 (FP1) yang berjalan di tengah lintasan basah disudahi andalan Honda Team Asia itu dengan catatan menjanjikan.
“Karena Mitani membukukan waktu lap terbaiknya 1 menit 48,325 detik”. Usai merampungkan sesi selama 35 menit tersebut untuk duduk di posisi ketujuh.

Untuk pertama kalinya, salah satu rookie atau pendatang baru Moto3 2026 tersebut. Kembali mengungguli rekan setimnya Veda Ega Pratama.

Rider asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut menyudahi FP1 dengan berada di posisi ke-15 dengan lap time terbaiknya 1 menit 51,477 detik.
Veda berada di belakang Mitani karena sejak awal dia tidak mengganti setelan ban basahnya meski kondisi lintasan mulai mengering di sesi tersebut

Sementara, melihat posisi keunggulan tersebut, Mitani merasa FP1 benar-benar berjalan baik baginya. Mengingat, dia merasa telah membuat kemajuan yang berarti.
“Keberhasilan rider Jepang ini tidak lepas dari gebrakan yang dilakukan para mekaniknya dengan mengganti ban kering pada akhir sesi”.

Penggantian ban ini membawa dampak di mana ritme Mitani melejit 4 detik lebih cepat dari sebelumnya. FP1 cukup bagus untuk saya,” sebut Mitani, melalui siaran Honda Team Asia.

Kendati, adanya kondisinya sulit karena sebagian besar pembalap menggunakan ban basah. Tetapi mekanik saya memutuskan untuk memasang ban kering di motor menjelang akhir sesi,” ujarnya.

Tentu hal itu adalah pilihan yang bagus karena trek semakin membaik, dan saya mampu meningkatkan waktu lap saya sekitar empat detik.

Sedangkan pada sesi practice yang menentukan untuk kelolosan menuju kualifikasi 2/Q2, Mitani kembali mempertajam catatan waktunya menjadi 1 menit 42, 205 detik. Meski naik dengan signifikan karena kondisi lintasan yang sepenuhnya telah kering, hasil itu tak cukup membuat Mitani lolos langsung menuju Q2.

Kemudian, Mitani menyudahi sesi practice di posisi ke-20 atau 6 tingkat di bawah batas minilam Q2 yakni di posisi 14 besar.

Nasib Mitani berbeda dengan Veda yang melaju ke Q2 secara langsung usai mengamankan tempat di urutan ke-13 dengan lap time terbaiknya 1 menit 41,770 detik.
Meski belum berhasil mengamankan tempat langsung ke Q2, Mitani benar-benar merasakan sensasi yang kian baik dari sesi sebelumnya.

Dalam sesi practice, saya semakin membaik lap demi lap dan meningkatkan sensasi saya dengan motor,” terang Mitani.
Dia tak menampik kegagalannya dalam mempertajam catatan waktu di sesi penting ini terjadi karena dia melakukan kesalahan.

Melakukan kesalahan namun tak menyesal karena hal tersebut, Mitani justru merasa yakin bisa membuat kemajuan pada sesi kualifikasi terlebih. Sebab dia hanya tertinggal 1,4 detik dari rider tercepat, David Almansa.

Pada akhir sesi, saya membuat beberapa kesalahan saat mencoba mengikuti pembalap lain. Maka saya kehilangan sedikit waktu, tetapi tidak apa-apa karena itu hanya sesi practice,” tutur Mitani.

“Tetap saja, secara keseluruhan, saya pikir masih ada potensi lebih,” pungkasnya.

(BS/SR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250