Di Duga Jabatan Sekretaris Bappeda Yusdiyen Ada Kaitan Dengan Sekda Kampar 

METROINDONEWS.COM RIAU- Di tengah riuhnya persoalan Sekda Kampar yang tak kunjung surut kini justru.muncul pula desas desus penempatan Yusdiyen sebagai Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar di kait kaitkan Ardi Mardiansyah Sekda Kampar, Jumaat (6/11/2026).

Penempatan itu tidak lagi mengalir tenang bahkan berubah menjadi arus perdebatan yang menyeret nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar, Ardi Mardiansyah, http://S.STP., http://M.Si., ke tengah pusaran sorotan publik.

Kini, pertanyaan itu mengalir dari satu mulut ke mulut lain, dari kalangan aparatur hingga masyarakat. Bagaimana sebenarnya proses penempatan itu berlangsung. Siapa yang mengusulkan. Dan atas dasar apa seorang Yusdiyen kemudian didudukkan pada kursi strategis perencanaan pembangunan daerah.

Informasi yang mengalir deras di lingkungan birokrasi Kampar menyebutkan, jabatan Sekretaris Bappeda yang kini diemban Yusdiyen diduga bukan semata hasil dari proses merit yang jernih. Jabatan itu diduga merupakan jabatan titipan Sekda. Dugaan itu terus mengalir, membesar, dan belum terjawab hingga hari ini.

Arus sorotan semakin deras ketika terkuak sebuah fakta lama. Yusdiyen disebut-sebut bukan orang baru bagi Ardi Mardiansyah. Keduanya dikenal memiliki hubungan pertemanan yang terjalin sejak masih duduk di bangku sekolah. Persahabatan yang telah mengalir puluhan tahun itu kini dipertanyakan, apakah ikut mengalir. hingga ke meja penempatan jabatan.

Publik pun bertanya dengan nada yang sama derasnya. Apakah kedekatan personal itu memiliki kaitan dengan proses penempatan Yusdiyen? Ataukah ini hanya kebetulan yang mengalir begitu saja dalam pusaran birokrasi.

Tidak berhenti di Bappeda, arus dugaan itu mengalir lebih jauh. Beredar isu mengenai pola penempatan orang-orang dekat pada sejumlah posisi strategis, termasuk di lingkungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Kampar. Jika benar, maka arus itu bukan lagi sekadar riak kecil, melainkan pola yang mengalir secara sistematis.

Di tengah arus itu, muncul pula sorotan mengenai rumah dinas Sekda Kampar yang disebut-sebut jarang ditempati. Fasilitas negara yang seharusnya mengalir manfaatnya untuk kedinasan itu justru dipertanyakan pemanfaatannya. Publik menunggu penjelasan, agar arus spekulasi tidak semakin deras dan liar.

Persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai riak biasa. Bappeda adalah hulu dari seluruh perencanaan pembangunan daerah. Dari sinilah mengalir arah pembangunan Kampar. Sementara BPKAD adalah bendungan keuangan daerah, tempat mengalirnya seluruh APBD. Ketika dua pintu air strategis ini diisi melalui proses yang dipertanyakan, maka wajar jika publik menuntut kejernihan.

Pengisian jabatan dalam pemerintahan daerah semestinya mengalir mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan, kompetensi, kualifikasi, rekam jejak, serta sistem merit dalam manajemen ASN. Bukan mengalir karena kedekatan, bukan pula karena titipan.

Kini, bola itu mengalir ke tangan Yusdiyen, Sekda Kampar Ardi Mardiansyah, dan BKPSDM Kabupaten Kampar. Publik berhak mengetahui bagaimana proses penempatan itu berlangsung. Apakah melalui evaluasi yang jernih, pertimbangan teknis yang objektif, dan prosedur kepegawaian yang berlaku. Ataukah ada arus lain yang ikut mendorong tata kelola pemerintahan Kabupaten Kampar..

MO

Penulis: Jurnalis METROINDONEWS.comEditor: Mardianto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250