METROINDONEWS.COM, PADANG – Terus membenahi wilayah, Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat bersama Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Tata Kelola Pengamanan Kawasan Wisata Berbasis Kolaborasi Stakeholders.
Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolda Sumatera Barat, dikutif pada Saptu (25/7). Tentu pembuatan MoU tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem. Pengamanan destinasi wisata melalui sinergi lintas instansi.
“Sementara, penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumbar, Dinas Pariwisata Barat, serta Satpol PP Provinsi Sumatera Barat.
Kegiatan ini turut disaksikan oleh Auditor Madya Tk. II Sispamobvitnas Baharkam Polri, Kombes Pol Adrian Indra Nurinta, S.I.K., M.H., yang hadir untuk memberikan pendampingan. Sekaligus memastikan pelaksanaan kerja sama berjalan sesuai arah kebijakan pengamanan objek vital nasional.
MoU bertujuan mewujudkan strategi kolaborasi dan aliansi antarinstansi
Dalam penyelenggaraan pengamanan objek vital, khususnya kawasan wisata. Tentu saja guna mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan melalui terciptanya lingkungan wisata yang aman, tertib, dan kondusif.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol Adrian Indra Nurinta mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan pelaksanaan pengamanan di kawasan wisata di Sumatera Barat.
“Sedangka tujuan utama kegiatan ini adalah mengoptimalkan pelaksanaan pengamanan di kawasan wisata. Dimana ada tiga hal yang harus kita ciptakan bersama, yaitu keselamatan, keamanan, dan kenyamanan,” sebutnya.
Menurut dia, keselamatan merupakan prinsip paling utama dalam setiap penyelenggaraan pengamanan. Keselamatan harus menjadi prioritas seluruh pihak sebelum mewujudkan aspek keamanan.
“Keselamatan adalah hukum tertinggi, kata Adrian, dalam mencapai keselamatan harus dilakukan secara total”. Dengan demikian, kita harus berpikir bahwa keselamatan masyarakat adalah yang utama. Setelah itu barulah kita dapat menciptakan keamanan. Bagaimana kita bisa menciptakan keamanan jika diri kita sendiri tidak selamat,” ungkapnya.
Adrian menambahkan keselamatan dan keamanan akan bermuara pada terciptanya kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan. Dimana ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata.
“Kesejahteraan bersama dapat terwujud apabila masyarakat dan wisatawan merasakan kenyamanan”. Karena itu, keselamatan, keamanan, dan kenyamanan harus kita bangun secara bersama-sama. Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” imbuhnya.
(KI/RON)














