Jalan Lintas Manggala‑Pujud‑Tanjung Medan Rohil Rusak Parah, Truk CPO Diduga Jadi Pemicu, Warga & AWI Desak Perbaikan Permanen  

METROINDONEWS.COM RIAU — Pantauan tim wartawan investigasi nasional pada Jumat (6/11/2026) mengungkap kondisi memprihatinkan ruas jalan lintas Manggala‑Pujud menuju Tanjung Medan yang melintasi wilayah Kabupaten Rokan Hilir. Badan jalan dipenuhi lubang bervariasi kedalaman, banyak tertutup genangan air saat hujan, sehingga sulit terlihat oleh pengendara dan berpotensi memicu kecelakaan serta kendaraan terperosok.

Kondisi rusaknya jalan secara langsung menyempitkan lajur lalu lintas. Arus kendaraan hanya mampu melaju 5‑10 km per jam, memicu antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter bahkan berkilo‑kilo meter terutama pada jam sibuk. Pengendara roda dua, mobil penumpang, maupun truk harus bergantian memilih lajur yang relatif lebih aman.

Ruas jalan ini merupakan jalur penghubung strategis antar Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Pekanbaru hingga Kota Dumai. Volume kendaraan berat khususnya truk tangki pengangkut Crude Palm Oil (CPO) dan truk angkut hasil perkebunan dari PKS menjadi dugaan utama penyebab cepat rusaknya badan jalan yang sudah melebihi daya tahan konstruksi jalan.

Saat musim hujan, lubang‑lubang jalan berubah menjadi kubangan lumpur dalam. Banyak kendaraan kecil kesulitan melintas, truk bahkan terjebak dan ambles di titik‑titik tertentu. Aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada jalur lintas tersebut terganggu serius.

Selama ini, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir bersama unsur kecamatan dan pelaku usaha hanya melakukan perbaikan darurat berupa penimbunan sementara agar akses jalan tidak terputus total. Perbaikan sementara tersebut dinilai tidak menyelesaikan masalah secara jangka panjang.

Ketua/Perwakilan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) beserta elemen masyarakat Rokan Hilir menyampaikan desakan resmi kepada Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar segera melaksanakan perbaikan permanen sesuai spesifikasi untuk menahan beban kendaraan berat.

“Jalan ini adalah jalur ekonomi utama masyarakat. Jangan hanya perbaikan tambal sulam. Kami minta Bupati berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengaturan lalu lintas sementara, pemantauan titik rawan kecelakaan serta pengaturan muatan kendaraan berat yang melebihi kapasitas jalan,” tegas perwakilan AWI.

Tim wartawan juga mengimbau seluruh pengendara yang akan melintasi ruas Manggala‑Pujud‑Tanjung Medan untuk bersabar, mengurangi kecepatan, atau menggunakan jalur alternatif sementara. Masyarakat juga disarankan menyampaikan aspirasi dan pengaduan kerusakan jalan melalui saluran resmi layanan aspirasi publik maupun Dinas PUPR setempat.

Hingga berita ini ditayangkan, arus lalu lintas di ruas jalan tersebut masih terpantau tersendat dan belum ada jadwal resmi perbaikan permanen dari instansi terkait.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250