Kapolri: Poliran, Bantu Pengangguran Mendapatkan Pelatihan Hingga Pekerjaan

METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Merubah cara kemampuan, Polri sedang menyiapkan program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran). Dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan. Tentu agar mendapatkan pelatihan keterampilan hingga kesempatan bekerja di perusahaan.

Kapolri Jenderal (Pol) Suyudi Ario Seto mengungkapkan, program tersebut dirancang dengan melibatkan sejumlah kementerian, pemerintah daerah, hingga perusahaan swasta.
“Dimana kita ada kegiatan namanya Poliran, Polisi Peduli Pengangguran”.

Kenapa kita memiliki kepedulian terhadap pengangguran, sebab pengangguran itu berpotensi menimbulkan terjadinya gangguan Kamtibmas,” papar Suyudi usai menerima kunjungan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT), Yandri Susanto di Rupatama Mabes Polri, yang dikutip pada Minggu (1/11).

Polri akan mengerahkan personel Bhabinkamtibmas untuk menjaring warga yang membutuhkan pekerjaan. Termasuk dengan bantuan pendamping desa.
Dalam pelaksanaannya, Polri akan bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan untuk memberikan pelatihan kepada para peserta.
Sementara materi pembekalan tidak hanya mencakup keterampilan teknis. Tetapi juga soft skill atau kemampuan nonteknis yang dibutuhkan dalam dunia kerja.

Kemudian kita latihkan, lalu kita kerjasamakan dengan Kementerian Tenaga Kerja. Selanjutnya, kita salurkan kepada perusahaan-perusahaan yang memang membutuhkan. Hal tersebut kita kerjasamakan dengan MOU dan PKS yang kita ikat,”  ucapnya.

Setelah mengikuti pelatihan, lanjut Suyudi, peserta akan diarahkan ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Polri berencana mengikat kerja sama dengan perusahaan melalui nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
Selain Kementerian Ketenagakerjaan, Polri juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dalam rangka untuk memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) yang tersedia di setiap provinsi.

Menurut dia, keberadaan BLK tersebut diharapkan dapat mendukung proses peningkatan keterampilan peserta sebelum mereka memasuki dunia kerja. Dengan demikian, pelaksanaan program tidak hanya mengandalkan perekrutan. Tetapi juga mempersiapkan calon tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan.
Suyudi menambahkan Poliran juga dirancang menyasar kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus. Termasuk orang yang menjalani rehabilitasi ketergantungan narkoba tetapi belum mendapatkan pekerjaan.

“Prinsip dari Poliran ini, kita akan melatih secara soft skill, sehingga masyarakat kita yang pada hakikatnya berkebutuhan tadi dalam hal pekerjaan”. Dapat bisa kembali produktif setelah dilatihkan secara soft skill tadi,” terangnya.

Untuk mendukung kelompok
tersebut, Polri turut merencanakan kerja sama dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan.
Suyudi menjelaskan, persoalan pengangguran perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan potensi gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas).

Melalui program tersebut, Polri ingin mengambil peran lebih luas dengan mendorong pemberdayaan masyarakat dan membuka akses terhadap kesempatan kerja.
Suyudi berharap Poliran dapat membantu masyarakat menjadi lebih produktif. Sekaligus menekan potensi kriminalitas yang dapat mengganggu keamanan lingkungan.


Rencana tersebut mendapat dukungan dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto.
Dia mengungkap Poliran sejalan dengan program Kemendes PDT, yakni “12 Aksi Bangun Desa, Bangun Indonesia.

(KT/TR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250