METROIMDOMEWS.COM, JAKARTA – Tetap dalam proses, Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bungkam saat dicecar wartawan perihal selisih uang 2.000 dollar Singapura (SGD). Berasal dari amplop yang diberikan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby kepadanya.
“Sementara diketahui, KPK mendapat informasi bahwa isi amplop untuk Raja Juli berisi 14.000 SGD.
Tapi, ketika disita KPK, isi amplop hanya tersisa 12.000 SGD saja. Momen itu terjadi ketika Menhut usai menghadiri rapat koordinasi bersama pimpinan DPR yang membahas persoalan konflik agraria.
Persoalan disebut “Kita ngomongin reforma agraria hari ini,” ungkap Raja Juli ditemui di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutif Rabu (12/8).
Namun ketika ditanya soal klarifikasinya, Menhut terlihat hanya menelungkupkan tangannya dan menyampaikan permohonan maaf. Lantas kemudian, dia terlihat langsung berjalan cepat menuju mobilnya yang sudah terparkir di lobi Gedung Nusantara III DPR.
Sebelumnya pertanyaan serupa saat ditemui di Gedung DPR usai rapat Pimpinan DPR pada Selasa, (11/8), Raja Juli memilih bungkam saat dimintai tanggapan soal kasus pelepasan produksi terbatas di Kabupaten Kuansing, Riau tersebut.
(SIN/TR)














