METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Kemana arah program, anggota Komisi IX DPR RI Ashabul Kahfi mengusulkan agar penyaluran menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ke sekolah cukup dilakukan tiga kali dalam seminggu. Usulan tersebut bertujuan agar menu MBG yang disajikan kepada siswa penerima manfaat benar-benar berkualitas dan memenuhi standar gizi.
Demikian usulan tersebut disampaikan Kahfi dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama koalisi MBG Watch di Gedung DPR Jakarta, dikutif, Jum’at (17/7).
“Apakah memang volume atau intensitas makan bergizi ini harus disajikan setiap hari? Dengan porsi Rp 10.000. Atau kita tingkatkan porsinya menjadi Rp 20.000, tetapi cukup tiga hari, mungkin lebih diminati siswa,” kata Kahfi.
Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengungkapkan, selama ini dia melihat sejumlah kasus di mana menu MBG tidak dihabiskan oleh siswa penerima manfaat.
Sehingga menurut dia, hal tersebut bisa disebabkan siswa yang tidak terbiasa dengan makanan bernilai Rp 10.000 per porsi. Dengan pengurangan intensitas distribusi namun kenaikan nilai per porsi.
Tentu saja kualitas menu bisa lebih baik dan lebih diminati siswa,” ujarnya.
Selain itu, Kahfi juga mendorong adanya evaluasi terkait target penerima manfaat program MBG. Program tersebut tetap perlu dilanjutkan dengan berbagai evaluasi dan perbaikan. Mengingat banyaknya kritik yang dialamatkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait pelaksanaan program tersebut.
Dalam RDPU yang sama, Komisi IX DPR RI berencana membentuk Panitia Kerja (Panja) Tata Kelola MBG. Bertujuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang timbul dari implementasi program tersebut.
(ID/MIN)














