METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Butuh tindakan cepat, soal Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih berdampak ke masyarakat. Juru Bicara Partai Gerindra Kamrussamad mengatakan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni layak dievaluasi serius, bahkan dapat diganti lewat reshuffle, Selasa (20/10).
Pernyataan itu disampaikan dalam agenda debat terbuka mengenai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta Selatan. Desakan tersebut menempatkan penanganan Karhutla dan pengawasan kawasan rawan kebakaran sebagai persoalan yang perlu dijawab pemerintah.
Gerindra tidak mempersoalkan jika evaluasi terhadap Menhut berujung pada pergantian jabatan.
Lantas Gerindra turut menyoroti pengawasan Karhutla, menurut
Kamrussamad usulan evaluasi perlu disampaikan kepada Presiden. “Saya menilai memang kita perlu mengusulkan kepada Presiden untuk mengevaluasi secara sungguh-sungguh menteri kehutanan,” kata dia dalam acara tersebut.
Mengenai evaluasi diperlukan, lanjut Kamrussamad, untuk menindaklanjuti persoalan Karhutla. Merutama tentang lemahnya pengawasan di wilayah rawan kebakaran. Dia menyebut ada empat faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya Karhutla. T.etapi uraian mengenai faktor-faktor itu tidak tercantum dalam bahan sumber.
Mengingat, pernyataan Gerindra berfokus pada penilaian terhadap kinerja kementerian dan dorongan agar Presiden melakukan evaluasi. Tidak ada rincian lebih jauh dalam laporan sumber mengenai lokasi kebakaran yang dimaksud. Sekaligus langkah penanganan spesifik, atau ukuran kinerja yang dipakai partai untuk menilai Menhut.
Dampak kebakaran jadi alasan evaluasi Karhutla bukan sekadar persoalan pengelolaan kawasan hutan. Sumber menyebut kebakaran tersebut berdampak kepada masyarakat. Maka pengawasan di wilayah rawan menjadi bagian penting dari pembahasan. Bagi warga yang terdampak, keputusan tentang pencegahan dan penanganan kebakaran. Karena dapat berpengaruh langsung pada kondisi lingkungan serta aktivitas sehari-hari.
Pernyataan Gerindra tersebut disampaikan dalam acara bertajuk “2 Tahun Pemerintahanan Prabowo-Gibran” yang membahas capaian. Beserta tantangan, dan arah kebijakan pemerintahan. Dalam konteks itu, usulan evaluasi Menhut menjadi kritik terbuka dari partai terhadap penanganan Karhutla. Bahan sumber tidak memuat tanggapan Raja Juli Antoni maupun keterangan dari Presiden terkait usulan tersebut.
Untuk saat ini, yang disampaikan Gerindra adalah desakan evaluasi, bukan keputusan reshuffle. Dimana Kamrussamad menyikapi pengawasan kawasan rawan kebakaran perlu menjadi perhatian serius Presiden.
(JR/TR)














