METROINDONEWS.COM, SUMBAR – Bergerak menuju perunahan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali menorehkan prestasi nasional dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Penobatan tersebut terjadi pada ajang Anugerah Adinata Syariah 2026 yang digelar di Auditorium Bank Mega, Jakarta, dikutif Rabu (8/7).
Dengan begitu, Sumbar berhasil membukukan sejumlah capaian strategis sekaligus memperoleh dukungan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Terhadap rencana penerbitan Sukuk Daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan.
Dalam ajang tersebut, Sumbar meraih peringkat kedua nasional kategori Rencana Aksi Daerah, peringkat kelima kategori Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah. Sekaligus menjadi peringkat keempat kategori Inklusi Keuangan Syariah di Lingkungan Pemerintah Provinsi.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mengatakan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurut dia, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan ekonomi syariah di Sumbar. Terus berkembang secara konsisten dan semakin mendapat pengakuan di tingkat nasional,” ujarnya.
“Berucap alhamdulillah, capaian ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Sumatera Barat”. Sehingga nilai ekonomi syariah, lanjut Mahyeldi, sejatinya selaras dengan falsafah hidup masyarakat Minangkabau yang menjunjung tinggi prinsip keadilan, keberkahan, dan kemaslahatan bersama,.
Dia menegaskan, Pemprov Sumbar tidak memandang penghargaan tersebut sebagai tujuan akhir. Melainkan sebagai motivasi untuk memperluas implementasi ekonomi syariah di berbagai sektor. Tentu mulai dari pendidikan, literasi keuangan, penguatan UMKM, hingga pembiayaan pembangunan daerah.
“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan”. Tak lain agar ekonomi dan keuangan syariah benar-benar menjadi instrumen yang mendorong kesejahteraan masyarakat. Namun yang terpenting bukan hanya meraih penghargaan, tetapi bagaimana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” sebut Mahyeldi.
Momentum Anugerah Adinata Syariah 2026 juga menghasilkan perkembangan penting bagi Sumbar. KNEKS secara resmi menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemprov Sumbar menerbitkan Sukuk Daerah. Sebagai salah satu skema pembiayaan pembangunan infrastruktur yang sesuai dengan prinsip syariah. Dimana sejalan dengan karakter masyarakat Minangkabau.
Direktur Eksekutif KNEKS, Sholahudin Al Aiyub mengungkapkan Anugerah Adinata Syariah tidak sekadar menjadi bentuk apresiasi bagi pemerintah daerah. Tetapi merupakan instrumen untuk memperkuat inovasi dan kepemimpinan daerah dalam membangun ekosistem ekonomi syariah.
“Harapan kami, Anugerah Adinata Syariah menjadi katalis lahirnya model pembangunan ekonomi syariah di banyak daerah di Indonesia,” katanya.
Dia menguraikan, penghargaan tersebut tidak hanya mengukur capaian administratif. Melainkan tentang dampak nyata terhadap penguatan ekonomi halal, industri keuangan syariah, literasi dan inklusi keuangan syariah. Sekaligus penguatan kelembagaan, serta inovasi kebijakan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” imbuhnya.
(IM/VO)














