15 Tahun Lebih Belum Disemenisasi: Mardianto, Warga Sekaligus Ketua AWI Kampar: Janji Pejabat Hanya Manis di Mulut, Diminta Bertindak Nyata

METROINDONEWS.COM RIAU— Lebih dari 15 tahun berdiri, Perumahan Graha Kualu Payung Sekaki desa Kualu kec Tambang Kabupaten Kampar, hingga kini belum memiliki jalan yang disemenisasi. Padahal kawasan ini telah berkembang menjadi pemukiman padat penduduk dengan fasilitas umum yang memadai, mulai dari masjid besar, Sekolah Dasar Negeri, Sekolah Menengah Pertama Negeri, hingga pembangunan Puskesmas Rawat Inap yang kini sedang berlangsung. Ironisnya, akses jalan utama warga justru masih berupa tanah dan kerikil yang kerap rusak saat musim hujan. (30/10).

Mardianto, yang tak lain adalah warga sekaligus Ketua DPC Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) Kabupaten Kampar, menyampaikan keluhan ini dengan nada kecewa. Menurutnya, persoalan jalan ini bukan hal baru dan telah disampaikan berkali-kali kepada para pemangku jabatan, baik dari kalangan legislatif maupun eksekutif.

“Sudah banyak pejabat penting yang berkunjung ke sini. Baik anggota dewan maupun pejabat eksekutif sudah mendengar langsung keluhan kami. Namun sepertinya hanya berhenti di pendengaran. Tidak ada tindakan nyata yang dilakukan,” ujar Mardianto.

Situasi semakin terasa ironis saat masa pemilu tiba. Berbagai calon peserta pemilu datang berdatangan, menyampaikan janji-janji manis bahwa jika terpilih, persoalan jalan di Perumahan Graha Kualu akan segera dituntaskan. Namun setelah pesta demokrasi selesai, janji tersebut seolah terkubur.

“Saat pemilu janji manisnya sangat meyakinkan. Tapi faktanya sampai saat ini tidak pernah ada solusi, apalagi tindakan nyata. Kami tidak butuh janji lagi, kami butuh jalan yang layak,” tegas Mardianto.

Ia menambahkan, keberadaan fasilitas umum yang lengkap di kawasan ini justru semakin mendesakkan perlunya perbaikan jalan. “Sekolah ada, masjid besar ada, puskesmas rawat inap sedang dibangun. Penduduk pun semakin padat. Jalan ini adalah urat nadi aktivitas warga setiap hari. Sangat ironis jika fasilitas kesehatan dan pendidikan sudah memadai, tapi akses menuju ke sana masih terhambat jalan yang belum disemenisasi,” ungkapnya.

Sebagai warga sekaligus penggawa organisasi wartawan di daerah, Mardianto berharap pemerintah daerah benar-benar peka terhadap kondisi ini. Bukan sekadar berkunjung untuk mendengar keluhan, tetapi segera turun ke lapangan memetakan kebutuhan dan merealisasikan perbaikan jalan.

“Kami tidak meminta hal yang berlebihan. Semenisasi jalan ini adalah hak dasar warga yang sudah tertunda belasan tahun. Saatnya pemerintah hadir dengan tindakan nyata, bukan sekadar janji yang terbang bersama angin,” pungkas Mardianto.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari instansi terkait mengenai rencana penanganan jalan di Perumahan Graha Kualu. Awak media akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kejelasan dan langkah konkret dari pihak berwenang.

Mo

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250