METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Buat geger, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sedang mendalami ada atau tidaknya unsur terorisme dalam ledakan di masjid SMAN 72 Jakarta Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, Jumat (7/11) siang.
Namun hingga saat ini, Densus 88 masih melakukan pendalaman apakah insiden tersebut terdapat unsur terorisme atau tidak,” ungkap Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri AKBP Mayndra Eka Wardhana.
“Sementara, salah satu siswa kelas XI SMAN 72 Jakarta Sela menyebutkan bom rakitan atau bom molotov yang ditemukan di masjid sekolah diduga dibawa oleh siswa yang kerap di “bully” atau dirundung oleh siswa lain. “Saya menduga siswa ini ingin balas dendam dan bunuh diri. Tadi saya lihat ada tiga jenis bom dan hanya dua yang meledak,” kata Sela.
Menurut dia, ledakan terjadi saat khutbah Jumat selesai dan akan dilanjutkan dengan Iqomah. Ketika pada Saat itu, ada ledakan besar terjadi.
“Saya di selasar masjid dan tidak terkena. Baju saya kotor karena menolong teman,” ujarnya.
Sela mengatakan orang yang ikut Shalat Jumat di sini merupakan siswa, guru dan orang yang ada di sekolah saja.
Dia mengaku tidak ada tanda-tanda akan terjadi ledakan karena pada pagi hari semua berjalan baik-baik saja.
Mengingat kami tadi mengikuti kegiatan Adiwiyata di pagi hari,” sebutnya.
Salah satu guru, Toto mengaku berada di belakang imam dan terkejut mendengar ledakan yang cukup besar.
“Semua bubar dan sejumlah siswa terluka,” imbuhnya, mengutif dari antara.
(ANT/BA)














