METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Persiapan bergerak serentak, menjelang puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026. Dimana Pusat Polisi Militer Tentara Nasional Indonesia (Puspom TNI) memperkuat kesiapan pengamanan.
Tentu khususnya pada sektor Pengawalan Lalu Lintas dan Parkir (Wallakir). Mengingat, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, lancar. Sekaligus meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat di Ibu Kota.
Kesiapan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Personel Wallakir dalam rangka HUT ke-81 TNI Tahun 2026 yang digelar di Silang Monas, Jakarta Pusat, memgutif keteranagn dari Puspen TNI, Saptu (18/9).
Sementara apel dipimpin langsung oleh Danpuspom TNI Mayjen TNI Yusri Nuryanto. Melibatkan sebanyak 580 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Dinas Perhubungan DKI Jakarta, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Pelibatan lintas instansi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun pola pengamanan terpadu. Terutama untuk menghadapi potensi peningkatan volume kendaraan dan mobilitas masyarakat di kawasan Monumen Nasional. Terutama di sejumlah ruas jalan di sekitarnya selama rangkaian kegiatan HUT TNI berlangsung.
Dalam kesempatan tetsebut, Danpuspom TNI tegas Mayjen TNI Yusri Nuryanto, mengungkapkan pengamanan HUT ke-81 TNI tahun ini memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya karena puncak kegiatan berlangsung pada hari kerja, ketika mobilitas masyarakat Jakarta berada dalam kondisi tinggi.
Dimana situasi tersebut, kata dia, membutuhkan perencanaan pengamanan yang matang. Dibutuhkan koordinasi antarsatuan, serta kemampuan personel di lapangan dalam mengantisipasi berbagai potensi kepadatan.
Menurut Yusri, perhatian pengamanan tidak hanya diarahkan pada kelancaran arus lalu lintas. Tetapi juga pengaturan kantong-kantong parkir, titik penurunan dan penjemputan atau drop-off para undangan. Hingga pengaturan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pasukan.
Dia mengatakan, setiap unsur yang terlibat diharapkan memahami tugas, sektor pengamanan, jalur pergerakan, serta mekanisme koordinasi. Sehingga tidak terjadi hambatan yang dapat mengganggu jalannya rangkaian kegiatan maupun aktivitas masyarakat.
Danpuspom TNI juga memberikan penekanan khusus mengenai sikap personel selama menjalankan tugas. Profesionalisme, kedisiplinan dan pendekatan humanis harus menjadi pedoman utama. Ketika personel berhadapan langsung dengan masyarakat,” ucapnya.
Maka harapan saya, laksanakan tugas dengan humanis, tidak perlu arogan.
Pesan tersebut menegaskan pengamanan kegiatan berskala besar bukan hanya menyangkut kesiapan personel dan teknis pengaturan lalu lintan. Tetapi juga bagaimana aparat mampu memberikan pelayanan serta rasa aman kepada masyarakat. Dengan tetap mengedepankan komunikasi yang baik.
Yusri menambahkan, personel diminta mampu mengendalikan diri, tidak mudah terpancing oleh situasi di lapangan. Tentu agar dapat menyelesaikan berbagai dinamika yang muncul secara profesional dan proporsional.
Dengan keterlibatan ratusan personel lintas instansi, koordinasi menjadi salah satu faktor utama keberhasilan pengamanan. Puspom TNI bersama Polri, Dishub DKI Jakarta, Satpol PP dan unsur terkait akan terus melakukan pemantapan serta penyelarasan pola pengamanan. Menjelang pelaksanaan kegiatan tersebut di mulai,” tandasnya.
(TR/MIN)














