METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Butuh tindakan tegas, Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto mengungkapkan tidak ada kompromi bagi pihak yang terlibat dalam peredaran narkoba. Termasuk aparat yang membekingi kejahatan tersebut. Komitmen itu disampaikan ketika bertemu Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, yang dikutip pada Selasa (20/10).
“Tidak boleh ada kompromi terhadap siapa pun yang terlibat, termasuk pihak yang membekingi kejahatan tersebut,” tegss Suyudi dalam siaran pers Divisi Humas Polri. Pernyataan tersebut menempatkan pemberantasan narkotika sebagai salah satu fokus awal setelah ia dilantik menjadi Kapolri pada 1 Oktober 2026.
Suyudi juga menjanjikan 100 hari pertama masa kepemimpinannya akan dipakai untuk membenahi dan membersihkan internal Polri. Periode tersebut, menurut dia, bukan sekadar waktu untuk mengumumkan program baru.
Disebutkan, fase awal kepemimpinannya harus menjadi pembuktian arah perubahan di tubuh Polri. Ketika menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, Suyudi menekankan penindakan tegas terhadap kejahatan dengan pendekatan humanis kepada masyarakat.
“Humanis tidak berarti permisif terhadap kejahatan, tegas tidak berarti sewenang-wenang,” ucapnya.
Dalam pemaparannya, narkotika, premanisme, pemerasan, kejahatan jalanan, tawuran, serta debt collector masuk daftar prioritas penindakan.
Selain narkoba, Kapolri juga menyiapkan langkah pemberantasan pertambangan ilegal melalui pembentukan satuan tugas terpadu. Satgas itu ditujukan untuk menindak kegiatan tambang ilegal sekaligus menjaga kekayaan alam negara.
Dimana dia turut menyoroti premanisme dan pemalakan yang dinilai membuat masyarakat resah serta mengganggu aktivitas ekonomi. Penanganan masalah ini menjadi bagian dari agenda penegakan hukum yang ia sampaikan sejak sebelum pelantikan.
Ancaman kejahatan juga dilihat Suyudi berkembang ke ruang digital. Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional itu menilai serangan siber dan penyalahgunaan identitas perlu diantisipasi lewat penguatan kemampuan keamanan digital.
Tentu istem identitas digital yang terverifikasi diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan teknologi. “Kita juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang dimanfaatkan untuk melakukan kejahatan,” terangnya.
Sementara penguatan keamanan siber dan sistem identitas digital menjadi bagian penting untuk melindungi masyarakat. Disamping, menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah,” kata Suyudi. Penguatan tersebut diposisikan sebagai bagian dari perlindungan masyarakat di tengah perubahan pola kejahatan.
Sejak dilantik menjadi Kapolri, Suyudi telah memerintahkan jajarannya menggelar operasi di sejumlah wilayah yang dianggap menjadi sarang narkoba. Sasaran operasi mencakup perkampungan hingga tempat hiburan malam di berbagai daerah.
Penegasan tersebut menjadi dasar agenda penindakan terhadap peredaran narkoba, beking kejahatan, dan tambang ilegal. Sampai dengan berbagai bentuk gangguan keamanan lainnya.
(NS/FH/TR)














