METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar pendidikan negeri gratis dimulai dari jenjang taman kanak-kanak (TK).
Dikutip dari seketariat kepresidenan “dalam rapat terbatas tadi, Pak Presiden memberikan penekanan terhadap komitmen beliau untuk memberikan layanan pendidikan gratis bagi murid di pendidikan dasar dan menengah. Ini juga dimulai dari taman kanak-kanak. Sehingga, itu yang perlu kami tekankan,” ujar Mu’ti usai mengikuti rapat terbatas bersama Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta,dikutif Kamis (24/9).
Dalam upaya penguatan pendidikan gratis, Mu’ti menjelaskan peran penting Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Mulai tahun ini, anak-anak yang belajar di TK dan SD akan mendapatkan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Sementara PIP difokuskan bagi murid dari keluarga tidak mampu.
“Anak-anak atau murid yang belajar di sekolah dasar dan taman kanak-kanak, mulai tahun ini mendapatkan dana BOS. Kemudian dana PIP untuk murid dari keluarga yang tidak mampu,” terang Mu’ti.
Terkait alokasi dana BOS, pemerintah mengatur peruntukannya untuk biaya operasional, perbaikan ringan sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, hingga gaji guru non-ASN.
“Dana BOS peruntukannya bisa untuk biaya operasional, gaji guru non-ASN, perbaikan ringan, serta untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler,” terangnya.
Kemudian, terkait gaji di sekolah negeri, Mu’ti membeberkan, guru PNS akan digaji oleh pemerintah pusat. Sedangkan guru PPPK juga akan digaji pusat pada waktunya.
“Sementara itu, guru non-ASN yang mengajar di sekolah negeri dapat dibayar dari dana BOS. Persentasenya, 20 persen dari dana BOS bisa digunakan untuk operasional dan gaji guru non-ASN di sekolah negeri,” sebutnya.
MO














