METROINDONEWS.COM, MUSI RAWAS – Ketika petaka datang,
ada seorang petani bernama Junaidi (47) mengalami kondisi kritis. Setelah mendapat serangan dari seekor beruang liar di Desa Ciptodadi I Kecamatan Sukakarya Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan, dikutif, Minggu (17/5), siang.
“Peristiwa tragis tersebut terjadi sewaktu korban tengah melakukan aktivitas bercocok tanam di lahan perkebunannya”. Dalam insiden tersebut, korban mengalami luka parah di sekujur tubuh, terutama dibagian bahu serta kepala akibat terkaman dan gigitan beruang.
Menurut Kepala Desa Ciptodadi I, Edi Wahyudi, kejadian tersebut benar adanya. Peristiwa itu telah menimpa salah satu warganya yang sedang bekerja di kebun kelapa sawit.
“Benar, ada warga kami bernama Junaidi yang diserang beruang”. Hal itu terjadi ketika korban sedang menanam sawit di kebun dan tiba-tiba ada seekor beruang menyerangnya,” ungkap Edi.
Menurut dia, suara teriakan minta tolong dari korban sempat terdengar oleh petani lain yang berada di sekitar lokasi. Namun ketika warga tiba untuk memberikan bantuan. Satwa liar tersebut sudah melarikan diri dari tempat kejadian.
“Sementara korban mengalami luka serius di beberapa bagian tubuhnya seperti di kepala, kaki, tangan, dan bahu”. Lantas warga langsung memberikan pertolongan kepada korban,” jelas Edi.
Kemudian dengan bergegas, masyarakat setempat segera mengevakuasi Junaidi ke Puskesmas Ciptodadi untuk memperoleh pertolongan pertama. Mengingat cedera yang dialami korban cukup parah. Sehingga membuat korban harus dipindahkan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap.
Terlihat luka yang dialami korban cukup serius, terutama di bagian kepala. Luka tersebut diduga kuat akibat cakaran atau gigitan hewan buas beruang. Sekarang, lanjut Edi, korban sudah dibawa ke RSUD Dr. Sobirin.
Pihak pemerintah desa menyatakan bahwa ancaman binatang bertubuh besar tersebut bukan pertama kalinya terjadi di wilayah mereka. Kehadiran satwa pemangsa sejenis itu kerap memicu kecemasan mendalam bagi komunitas petani lokal yang menggantungkan hidup dari hasil bumi.
Edi berharap pihak BKSDA agar dapat dengan segera turun tangan untuk menangkap atau mengamankan beruang tersebut. Tak lain disebabkan karena Desa Ciptodadi merupakan kawasan perkebunan yang setiap hari dipenuhi aktivitas petani sawit maupun karet,” pungkasnya.
Secara terpisah, Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta membenarkan adanya peristiwa dugaan serangan beruang terhadap seorang petani di wilayah tersebut.
Tetapi warga yang menjadi korban, kata Kapolres, sudah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit.
Kemudian dia mengimbau, supaya masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan maupun perkebunan agar meningkatkan kewaspadaan.
(DET/IR)














