Melalui Pola Fasilitasi Lampung Kembangkan Ekspor Unggulan

METROINDONEWS.COM, LAMPUNG – Perubahan bergerak cepat,
Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan sinergi lintas perangkat daerah. Bersama Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung. Dalam rangka untuk mengoptimalkan potensi komoditas unggulan serta meningkatkan daya saing ekspor daerah.

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Pengembangan Potensi Ekspor Komoditas Unggulan Indonesia yang berlangsung di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, yang dikutip pada Rabu  (4/11).

Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Lampung, Donni Muksydayan, menerangkan bahwa Lampung memiliki posisi strategis dalam perdagangan domestik maupun ekspor. Potensi tersebut didukung oleh keberadaan Pelabuhan Panjang sebagai salah satu pintu ekspor wilayah Sumatera bagian Selatan, Pelabuhan Bakauheni. Sekaligua merupakan akses transportasi udara yang terhubung dengan jalur penerbangan internasional.

Donni menyebut, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui kolaborasi antara Balai Karantina dan Pemerintah Provinsi Lampung. Terutama dalam memperkuat sistem data komoditas dan perdagangan yang terintegrasi.

Maka dia mengusulkan pembentukan satu basis data yang menghubungkan informasi dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Dengan data perdagangan, baik komoditas yang masuk maupun keluar dari Lampung.

Balai Karantina, lanjut dia, memiliki data lalu lintas perdagangan domestik dan komoditas pertanian yang dapat dimanfaatkan bersama untuk memetakan potensi daerah. Memperkuat ketelusuran rantai pasok, serta menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Data hulu dan data perdagangan ini bisa saling terhubung. Sehingga dengan demikian, kita dapat memotret rantai pasok komoditas secara lebih menyeluruh, termasuk pergerakan barang dari dan ke Provinsi Lampung,” tuturnya.

Selain integrasi data, Donni juga menyoroti pentingnya penyelarasan program Desa Ekspor yang dikembangkan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal melalui program Balai Karantina. Penyamaan kriteria dan penguatan koordinasi dinilai penting agar pengembangan desa berorientasi ekspor dapat berjalan lebih terarah,” ucapnya.

Lantas dIa menyampaikan potensi pengembangan ekspor ikan hias dari Lampung yang mulai menunjukkan perkembangan. Melalui kerja sama dengan PT. Pos Indonesia, pelaku usaha, termasuk UMKM, kini memperoleh kemudahan dalam proses pengiriman komoditas ke negara tujuan. Tanpa harus mencari agen pengiriman melalui Jakarta.

Donni menambahkan pola fasilitasi tersebut dapat diperluas untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha dalam mengakses pasar ekspor.
Mengingat peran karantina tidak hanya berkaitan dengan pengawasan dan penerapan biosekuriti. Tetapi juga sebagai fasilitator perdagangan.

Hal tersebut penting untuk memastikan kelancaran arus komoditas sekaligus memenuhi persyaratan keamanan dan kesehatan yang ditetapkan negara tujuan ekspor.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyambut baik gagasan kolaborasi yang disampaikan Balai Karantina.
Dia memberikan dukungan terhadap pembentukan tim kecil lintas perangkat daerah. Untuk mengintegrasikan data komoditas dan perdagangan Lampung ke dalam satu sistem informasi atau dashboard.

“Saya sangat setuju terkait data ekspor pada dashboard”. Tentu saja nanti bersama OPD terkait kita bentuk satu tim kecil untuk integrasi data komoditas dan perdagangan Lampung yang meliputi seluruh sektor. Berharap, hal ini dapat memotret seluruh rantai pasok, baik di dalam maupun di luar daerah,” imbuhnya.

(LIN/BA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250