Bersikap Arogan Ajudan Gubernur Kaltim Menjalani Patsus di Polda Kaltara

METROINDONEWS.COM, KALTARA – Tugas berujung apes, nasib yang dialami Ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, Briptu Aski Rizal Toding. Maka kini dia menjalani Penempatan Khusus (Patsus) oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Kalimantan Utara (Kaltara).

Asky Toding melanggar Kode Etik Profesi Polri terkait insiden arogansi terhadap mahasiswa di halaman Masjid Nurul Mu’minin, Samarinda, Senin (19/10) yang lalu.

Pelaksana Harian (Plh) Kabid Humas Polda Kaltara, AKBP Erwin S. Manik, membenarkan perihal penanganan disiplin terhadap Briptu Aski oleh jajaran Propam. 
Telah ditangani oleh Subbidwabprof Bidpropam Polda Kaltara Kode Etik Profesi Polri.

Dimana yang bersangkutan telah dilakukan patsus di Bidpropam Polda Kaltara,” kata Erwin, Sabtu (24/10). Insiden tersebut bermula usai kelompok mahasiswa menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kaltim untuk menyuarakan penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). 

Seusai demonstrasi, sejumlah mahasiswa beristirahat di pelataran Masjid Nurul Mu’minin dan berpapasan dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang hendak menunaikan ibadah.

Koordinator Lapangan GMNI Samarinda, Davi, menceritakan bahwa mahasiswa berniat menghampiri gubernur untuk menanyakan alasan tidak menemui pengunjuk rasa.

Namun, situasi mendadak memanas lantaran respons dari pihak ajudan. 

“Ajudannya memantik, dia pertama itu mau merebut HP yang lagi ngerekam”. Kemudian secara tiba-tiba dia langsung ngegepak kader GMNI kami, namanya Ridwan,” terang Davi.

Sebelum Patsus tersebut  dikonfirmasi kepolisian, Briptu Aski sebenarnya telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada para mahasiswa dan publik pada Rabu (21/10).
Dia mengakui kekhilafan dan sikap arogannya yang spontan tanpa adanya instruksi dari pimpinan. 

(TM/NB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250