METROINDONEWS.COM, SERANG – Berulah jadi petaka, unit Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Serang. Telah mengamankan seorang perempuan berinisial AS (37) yang diduga terlibat kasus penipuan berkedok rekrutmen karyawan tetap, Kota Cilegon, Banten.
AS ditangkap Polisi usai diduga melakukan penipuan terhadap sedikitnya sepuluh orang korban pencari kerja yang menyebabkan kerugian mencapai Rp. 223 juta.
Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengungkapkan, penangkapan dilakukan setelah sejumlah korban. Melaporkan dugaan penipuan lantaran pekerjaan yang dijanjikan tidak pernah terealisasi.
Disebutkan, perkara tersebut terungkap setelah salah seorang korban yang bernama Lilis Sulasih (52). Memperoleh informasi dari kerabatnya mengenai AS yang disebut dapat membantu memasukkan calon tenaga kerja ke PT. Lotte Chemical,” ujarnya.
Andri memaparkan, awalnya korban mendapatkan informasi dari kerabatnya bahwa tersangka bisa membantu memasukkan tenaga kerja.
kemudian, lanjutnya, AS diduga menjanjikan posisi sebagai karyawan tetap di perusahaan tersebut. Dalam rangka meningkatkan kepercayaan, pelaku mengaku berprofesi sebagai pengacara dan memiliki hubungan dengan orang dalam perusahaan.
“Sehingga akibat janji tersebut, para pencari kerja bersedia menyerahkan sejumlah uang yang diklaim sebagai bagian dari proses mendapatkan pekerjaan,” kata Andri.
Adapun, besaran nominal uang yang diberikan setiap korban berkisar antara Rp13 juta hingga Rp. 33 juta, pembayaran dilakukan melalui penyerahan uang tunai maupun transfer dengan total mencapai Rp. 223 juta.
Kemudian menindaklanjuti laporan tersebut, anggota melakukan penyelidikan untuk melacak keberadaan terduga pelaku. Upaya tersebut, lanjut Andri, berujung pada penangkapan AS di tempat tinggal kontrakannya di wilayah Citangkil, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon.
Sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut meliputi, delapan lembar kuitansi penyerahan uang dari para korban dan dua lembar surat pernyataan.
Melalui pemeriksaan awal, dugaan motif di balik perbuatan tersebut berkaitan dengan masalah ekonomi dan gaya hidup,” tandasnya.
(KC/IRS)














