METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Parameter dalam kepemimpinan, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo segera dicopot dari jabatannya sebagai kapolri.
Presiden Prabowo Subianto sudah mengirimkan surpres ke DPR RI dengan mengajukan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Suyudi Ario Seto sebagai calon Kapolri, Kamis (1/10).
Sedangkan masa kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sejak dilantik pada Januari 2021 diwarnai oleh gelombang ujian berat yang mengguncang korps Bhayangkara.
Berbagai skandal besar memaksa kepolisian melakukan pembenahan internal secara masif. Mulai dari pelanggaran kode etik tingkat petinggi, tindak pidana murni, hingga pengamanan unjuk rasa yang berujung tewasnya warga sipil.
Berikut adalah rekam jejak kasus-kasus besar dan menonjol selama era kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo:
1. Pembunuhan Brigadir J oleh Ferdy Sambo (Juli 2022)
Salah satu skandal terbesar dalam sejarah kepolisian Indonesia. Eks Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, menjadi otak pembunuhan berencana terhadap ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan.
2. Tragedi Kanjuruhan (Oktober 2022)
Bencana kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan, Malang, usai laga Persebaya vs Arema FC menewaskan 135 orang dan melukai ratusan lainnya.
Tragedi tersebut dipicu penembakan gas air mata oleh aparat keamanan ke arah tribun penonton yang memicu kepanikan massa.
Kasus ini menyeret sejumlah perwira dan personel kepolisian ke ranah hukum atas tuduhan kehalangan.
3. Kasus Narkoba Irjen Teddy Minahasa (Oktober 2022)
Hanya beberapa hari setelah penunjukannya sebagai Kapolda Jatim pengganti Nico Afinta, Irjen Teddy Minahasa ditangkap oleh Propam Polri bersama Polda Metro Jaya.
Teddy terbukti mengendalikan penyisihan dan penjualan barang bukti narkotika jenis sabu hasil sitaan Polres Bukittinggi seberat 5 kilogram.
Keterlibatan jenderal bintang dua.
4. Kasus Penganiayaan Ken Admiral oleh Anak AKBP Achiruddin (April 2023)
Publik kembali disuguhi gaya hidup hedonis dan kelakuan abai hukum oknum perwira kepolisian setelah beredarnya video penganiayaan terhadap mahasiswa bernama Ken Admiral oleh Aditya Hasibuan, anak dari AKBP Achiruddin Hasibuan (Polda Sumut).
AKBP Achiruddin terbukti membiarkan penganiayaan tersebut terjadi di depan matanya tanpa melerai.
Penganiayaan Ken Admiral
Penyidikan berlanjut hingga mengungkap kepemilikan aset tak wajar serta keterlibatan Achiruddin dalam kasus dugaan gratifikasi dan pengoplosan gudang BBM solar ilegal di Medan.
5. Pengungkapan Sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang / TPPO (Juni 2023)
Merespons instruksi langsung Presiden dan publik, Kapolri membentuk Satgas TPPO tingkat Mabes hingga Polda.
Dalam waktu singkat, Satgas menggulung jaringan perdagangan manusia lintas negara. Termasuk kasus penjualan organ ginjal manusia ke Kamboja yang sempat melibatkan oknum anggota kepolisian di Banten dan Jakarta untuk meloloskan para tersangka di bandara.
6. Insiden Rantis Brimob pada Eskalasi Demo Agustus 2025 (Agustus 2025)
Dalam gelombang unjuk rasa besar yang melanda Jakarta pada akhir Agustus 2025, timbul insiden tragis ketika sebuah Kendaraan Taktis (Rantis) Barakuda milik Brimob. Menabrak dan melindas seorang pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, di tengah pembubaran massa.
Peristiwa ini memicu kemarahan publik. Kapolri Jenderal Listyo Sigit merespons secara terbuka dengan mendatangi rumah duka. Sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada keluarga korban.
Tujuh personel Brimob yang berada dalam rantis tersebut langsung diperiksa dan ditaruh di Tempat Khusus (Patsus) oleh Divisi Propam Polri untuk proses etik dan pidana.
Selain itu, Polri juga melakukan penangkapan massal terhadap hampir 1.000 demonstran dan aktivis dalam kurun waktu singkat di berbagai daerah. Tentu saja, menjadi penangkapan terbesar sepanjang sejarah pergerakan aktivis di Indonesia.
(HD/FH/TR)














