METROINDONEWS.COM, BANDAR LAMPUNG – Jelajah prestasi dunia, Pemerintah Provinsi Lampung mendukung siswa berprestasi Riski Muhammad Ivan dari MAN 1 Bandarlampung. Turut serta dalam konferensi keamanan siber di Amerika Serikat (AS) sebagai wujud memperkuat pengembangan talenta digital.
Dimana Pemprov Lampung terus mendorong pengembangan talenta digital daerah dengan memberikan dukungan kepada putra Lampung, Riski Muhammad Ivan. Untuk mengikuti konferensi keamanan siber bergengsi Black Hat USA 2026 yang akan digelar di Las Vegas, AS, pada Agustus mendatang,” ungkap Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Sabtu (11/7).
Dia mengatakan Riski Muhammad Ivan telah menorehkan prestasi di bidang keamanan siber melalui Program Bug Bounty. Telah berhasil menemukan sejumlah celah keamanan (bug) pada platform digital, termasuk milik Microsoft dan NASA. Selanjutnya kemudian dilaporkan melalui mekanisme responsible disclosure.
“Bidang cyber security adalah profesi yang akan semakin dibutuhkan di masa depan,” jelas Mirza. Maka bidang ini harus terus ditekuni kemampuan ini, karena potensinya sangat besar,” ujarnya.
Dia mengapresiasi semangat belajar Riski yang mampu mengembangkan kemampuannya secara otodidak sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP). Melalui berbagai sumber pembelajaran daring dan forum komunitas keamanan siber.
“Karena siapa saja yang mampu menguasai teknologi, seperti AI, membuat script, dan mengembangkan machine learning, akan memiliki keunggulan. Dalam menghadapi tantangan masa depan,” jelasnya.
Penguasaan teknologi masa depan, seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), machine learning, pemrograman, dan pengembangan sistem digital. Dapat menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia (SDM) terutama di daerah.
“Sehingga kami berharap prestasi Riski dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Lampung untuk terus belajar, berinovasi, dan mengembangkan kompetensi di bidang teknologi digital,” kata Mirza.
Mengingat, semakin banyak talenta muda Lampung yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Sekaligus berkontribusi dalam penguatan di bidang teknologi,” tandasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Riski Muhammad Ivan mengatakan ketertarikannya pada keamanan siber berawal dari hobi belajar pemrograman secara mandiri.
“Saya aktif mempelajari berbagai bahasa pemrograman dan teknik pengujian keamanan sistem melalui YouTube, sejumlah platform serta komunitas keamanan siber,” paparnya.
Berkat kontribusinya dalam bidang keamanan siber melalui Program Bug Bounty dengan menemukan sejumlah celah keamanan. Lantas dia mendapatkan undangan untuk menghadiri Black Hat USA 2026.
Konferensi tersebut merupakan salah satu ajang internasional paling bergengsi yang mempertemukan para praktisi, peneliti, dan pakar keamanan siber dari berbagai negara.
(ANT/BA)














