METROINDONEWS.COM, KARAWANG – Tumbuh subur, dunia pendidikan di Kabupaten Karawang kembali menjadi sorotan setelah beredarnya dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang dilakukan pihak SMAN 1 Ciampel Kabupaten Karawang Jawa Barat terhadap siswa.
Disamping dugaan pungli tersebut, pasalnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Pemerintah Pusat di SMAN 1 Ciampel Tahun 2023 hingga Tahun 2025 juga diduga diselewengkan dengan cara mark-up anggaran dan belanja fiktif. Disamping adanya tumpang tindih kegiatan pengadaan di beberapa komponen
Menurut salah satu orangtua murid yang namanya minta dirahasiakan karena takut berdampak negatif sama anaknya kepada media ini, mengatakan bahwa Data Anggaran Kas Bulanan (AKB) dana BOS SMAN 1 Ciampel Tahun 2023 hingga Tahun 2025 ditemukan banyak kejanggalan. Terkait pengadaan barang dan jasa yang terindikasi korupsi. Sehingga merugikan keuangan negara, diantaranya yaitu dugaan penyelewengan anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, pungutan uang Baju Seragam, Baju Olahraga, Baju Batik, Baju Muslim yang harganya memberatkan orangtua murid. Selanjutnya, dugaan penyelewengan anggaran pengembangan perpustakaan,” papar sumber.
Disamping sejumlah dugaan penyelewengan yang dilakukan pihak sekolah, disekolah tersebut dikatakan orangtua murid masih melakukan Pungli. Mulai dari uang kas kelas, uang study kampus, uang pendalaman materi, dan uang perpisahan. Oknum kepala sekolah juga diduga kuat menerima uang fee atau gratifikasi dari sejumlah rekanan yang menjadi penyedia layanan barang dan jasa disekolah.
Kemduian diduga sejumlah pengadaan dan pemeliharaan barang dan jasa dari dana BOS dari Tahun 2023 dan 2025 tersebut diduga di mark up bahkan dan fiktif. Sebagai modus oknum Kepala SMAN 1 Ciampel yang dipimpin Mulyadi bersama beberapa oknum stafnya. Untuk mengelabui Pemerintah dan masyarakat terutama walimurid dengan modus diduga pinjam bendera perusahaan. Dengan melakukan numpang transfer kepada rekanan tanpa melakukan pembelian (belanja fiktif). Tak lain agar mendapatkan keuntungan besar guna untuk memperkaya diri.
Kepala SMAN 1 Ciampel, Mulyadi saat dikonfirmasi disekolahnya sulit untuk ditemui disekolah, menurut salah satu security sekolah, Kepala sekolah datang kesekolah pagi dan jam 8 keluar pergi ke Bandung untuk kegiatan rapat di Disdik Provinsi Jawa Barat. Hingga berita ini ditayangkan Kepala SMAN 1 Ciampel, Mulyadi belum memberikan keterangan resmi kepada awak media
Kuat dugaan Kepala SMAN 1 Ciampel, Mulyadi menghindar dari awak media yang akan meminta konfirmasi terkait sejumlah dugaan pungutan dan penyimpangan anggaran dana BOS disekolah tersebut.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Jawa Barat, Riesye Silvana saat dimintai tanggapannya melalui Humas Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Provinsi Jawa Barat mengatakan pihaknya akan sudah menghubungi pihak sekolah untuk memberikan jawaban klarifikasi, “Sudah dihubungi pihak sekolah untuk klarifikasi,” katanya melalui pesan singkat WhatsApp, Jum’at, (8/5).
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Purwanto ketika dihubungi untuk dimintai tanggapannya terkait Pungli dan dugaan penyimpangan dana BOS di SMAN 1 Ciampel belum bisa memberikan keterangan resmi hingga berita ini dipublikasikan.
Namun dalam hal ini, pihak terkait memiliki hak jawab dan klarifikasi, sebagaimana diatur dalam Undang – Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Selain itu, orangtua murid juga mendesak Gubernur Provinsi Jawa Barat, Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Barat dan Kepala Inspektorat Provinsi Jawa Barat untuk melakukan audit penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah Pusat (BOSP). Bertujuan guna memastikan anggaran benar-benar digunakan untuk kebutuhan pendidikan dan pembangunan sekolah. Bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya.
(KLN/TR)














