Melalui Penyamaran, Polda Sumsel Tangkap Bandar Sabu di Musi Rawas

METROIINDONEWS.COM, SUMSEL – Telusuri sampai akar, Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan melalui Unit 3 Subdit 2 berhasil membongkar jaringan distribusi narkotika skala besar di Dusun III Desa Anyar Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musi Rawas Provinsi Sumatera Selatan. Melalui sebuah operasi undercover buy yang dieksekusi, Jumat (27/3).

“Sementara dalam operasi tersebut, dua tersangka masing-masing RD (51) dan KM (50), keduanya warga Kecamatan Muara Lakitan tertangkap tangan”. Ketika sedang menyerahkan satu kantong plastik hitam berisi tiga paket sabu dengan berat bruto 303 gram kepada anggota Ditresnarkoba yang menyamar sebagai pembeli.

Dengan nilai transaksi yang telah disepakati sebelum penangkapan mencapai Rp225.000.000. Tentu saja menjadikan pengungkapan ini sebagai sitaan sabu terbesar sepanjang periode 2026 di jajaran Polda Sumsel.

Satu terduga pelaku lain berinisial R, yang berperan sebagai perantara dan pemilik rumah lokasi transaksi. Berhasil melarikan diri melalui pintu belakang saat tim melakukan penyergapan dan kini telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Selain itu, seorang pemasok lain berinisial MAT juga masih dalam proses penelusuran penyidik.

“Sementara operasi tersebut dipimpin langsung Kanit 3 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Sumsel Iptu Rendy Yuwandra, S.H. Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam atas informasi masyarakat mengenai aktivitas jaringan narkotika di Desa Anyar.
Diperkirakan pada pukul 09.00 WIB, anggota undercover melakukan pemesanan sabu sebanyak 300 gram kepada R. Dalam pengembangan komunikasi, R menghubungi KM untuk memenuhi permintaan tersebut.

“Lantas KM memerintahkan RD mengambil barang dari pemasok berinisial MAT”.
Setelah lokasi serah terima disepakati di rumah R, tim Ditresnarkoba melakukan pengepungan tertutup.
“Ketika pada pukul 16.00 WIB, saat KM menyerahkan kantong plastik hitam berisi tiga klip sabu kepada anggota yang menyamar”. Tim langsung bergerak melakukan penangkapan.
RD dan KM berhasil diamankan dalam kondisi tertangkap tangan, sementara R meloloskan diri melalui pintu belakang rumah.

“Barang bukti yang diamankan berupa tiga plastik klip transparan berisi kristal putih diduga sabu dengan berat bruto 303 gram yang tersimpan di dalam kantong plastik hitam”.
Pengungkapan ini menjadi rekor sitaan terbesar Ditresnarkoba Polda Sumsel dalam satu transaksi undercover sepanjang rangkaian operasi periode tahun ini.

“Sekaligus memperlihatkan adanya rantai distribusi tiga tingkat, mulai dari pemasok, penghubung, hingga eksekutor lapangan”.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Yulian Perdana, S.I.K., mengungkapkan operasi ini merupakan salah satu hasil terbesar yang pernah dicatat Ditresnarkoba.
“Dengan hasil 303 gram sabu senilai Rp. 225 juta dalam satu operasi undercover”. Merupakan bukti bahwa tim kami mampu menembus jaringan distribusi skala besar hingga wilayah pedalaman. Tentu saja kami tidak berhenti pada dua tersangka yang telah ditahan.

“Sedangkan DPO R dan pemasok MAT masih dalam pengejaran aktif sampai seluruh jaringan ini terungkap,” tegasnya.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menambahkan pengungkapan kasus ini merupakan pesan keras kepada seluruh jaringan bandar narkotika.

“Polda Sumsel telah membuktikan bahwa tidak ada jaringan narkoba yang terlalu besar untuk dibongkar dan tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dijangkau. Sitaan 303 gram sabu senilai Rp. 225 juta ini adalah bentuk nyata perlindungan kami terhadap masyarakat,” tandasya.

(TP/IR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250