Kapal Induk  Giuseppe Garibaldi Terbentur Teknologi Moderen

METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Bergerak satu tujuan, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali berharap kedatangan kapal induk Giuseppe Garibaldi bisa dipercepat yakni sebelum HUT TNI tahun ini.

“Berharap, semoga bisa lebih awal datangnya dan sebelum HUT TNI,” ungkap Ali saat jumpa pers di dermaga Kolinlamil Jakarta Utara, Rabu (11/3)”.

Hal tersebut, kata Ali, sedang diupayakan agar kapal induk pertama milik TNI AL itu bisa secepatnya memperkuat pertahanan laut Indonesia.

Dia mengatakan, sejauh ini proses negosiasi antara Kementerian Pertahanan, pemerintah Italia dan galangan kapal asal Italia Fincantieri masih berlangsung.

“Sementara 100 personel TNI AL calon awak kapal induk juga dipersiapkan untuk mengikuti pelatihan di Italia”. Pelatihan tersebut dilakukan agar calon awak kapal mampu mengoperasikan Garibaldi.

“Kalau pelatihannya akan terus dilaksanakan, dan nanti bagaimana baiknya akan diputuskan oleh Kementerian Pertahanan ya,” sebut Ali.

Kendati demikian, dia berharap proses negosiasi yang dilakukan Kementerian Pertahanan bisa berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Sekedar untuk diketahui, kapal induk ini memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yakni sama sama dibuat oleh perusahaan asal Italia Fincantieri”.

Kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilengkapi dengan mesin penggerak super. Dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.

Kapal pengangkut pesawat tempur tersebut juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur oktupel Mk.29.

Melalui beberapa cuitan di Medsos menyebutkan: “Alasan Italia Menjual Kapal Induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia, Usia Tua dan Ketinggalan Zaman”, pertanyaanya benarkah kondisinya demikian?

(ANT/MIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 728x250