METROINDONEWS.COM. JAKARTA – Gerak pembangunan, pemerintah mempercepat pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di berbagai wilayah Indonesia. Sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada energi nasional. Kebijakan tersebut menjadi salah satu agenda pembahasan dalam rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta, dikutif Saptu (6/3).
Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan pembangunan PLTS akan diprioritaskan di wilayah yang telah memiliki jaringan distribusi listrik.
Mengingat, kata dia, target pembangunan PLTS nasional sebesar 100 gigawatt. Pemerintah akan memulai tahap awal dengan kapasitas sekitar 13 gigawatt.
“Sebenarnya pembangunan ini ditujukan untuk seluruh desa”. Namun pada tahap awal akan diprioritaskan di daerah yang sudah memiliki distribusi listrik.
“Tentu saja dari target 100 gigawatt, sekitar 13 gigawatt akan lebih dulu diprioritaskan,” kata Rosan kepada awak media.
Dia mengungkapkan pemerintah telah mencatat sejumlah investasi untuk mendukung pengembangan ekosistem industri tenaga surya di dalam negeri. Salah satunya pembangunan pabrik panel surya dengan nilai investasi mencapai 1,4 miliar dolar AS yang ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
“Pabrik tersebut diperkirakan mampu menghasilkan kapasitas produksi hingga 50 gigawatt dan diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan produk dalam negeri”. Sehubungan dengan proyek pembangunan PLTS nasional,” ucap Rosan.
Presiden Prabowo ikut serta mendorong percepatan pembangunan PLTS melalui berbagai skema pendanaan. Melingkupi baik dari dalam negeri maupun melalui kerja sama dengan pihak swasta. Terutama yang memiliki teknologi energi surya dan sistem penyimpanan baterai.
“Karena percepatan pembangunan PLTS ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan”. Disamping, memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional.
(LD/MIN)














