METROINDONEWS.COM, IRAN – Menutup rapat ruang perdamaian, pasca konfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei akibat serangan militer bersama AS dan Israel.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah memulai apa yang disebutnya “operasi ofensif paling brutal dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran”.
“Tentu saja sebagai balasan terhadap serangan tersebut”. Pernyataan itu semakin menegaskan bahwa Iran siap melancarkan serangan besar terhadap target musuh. Termasuk Israel dan pangkalan AS di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, di sisi kepemimpinan, Iran kini berada dalam masa transisi setelah kematian pemimpin tertinggi negara tersebut. Kendati tidak ada pengumuman resmi bahwa Motjaba Khamenei, putra dari Ayatollah Ali Khamenei. “Telah ditetapkan sebagai pemimpin baru”.
Mengingatkan struktur yang sekarang dalam menjalankan tugas kepemimpinan sementara. Termasuk ‘Dewan Kepemimpinan Sementara’ yang dibentuk menurut konstitusi Iran. Karena di dalamnya melibatkan beberapa pejabat tinggi negara. Hal tersebut dilakukan sampai pengganti permanen dipilih melalui proses resmi oleh Majelis Ahli.
(KIR/MIN)














