METROINDONEWS.COM, JAKARTA – Pertumbuhan ekonomi, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Jakarta Festive Wonders 2025 di Senayan City Jakarta Selatan,Jumat (12/12). “Kegiatan tersebut berlangsung pada 13 Desember 2025–10 Januari 2026”. Merupakan lomba digitalisasi transaksi dan dekorasi di pusat perbelanjaan serta hotel di Jakarta.
“Pemprov DKI terus berkomitmen memperkuat perekonomian melalui kolaborasi dan langkah strategis di berbagai sektor”. Pelaksanaan Jakarta Festive Wonders diproyeksikan mendorong konsumsi masyarakat dan mempercepat inovasi pengelola mal dan hotel,” ujar Pramono.
“Jakarta Festive Wonders 2025, kata dia, merupakan kolaborasi Pemprov DKI dengan Bank Indonesia DKI Jakarta, OJK Jabodebek, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)”. Berserta dengan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Jakarta Hotel Association, dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO).
Sedangkan pendaftaran lomba dibuka pada 10–19 Desember 2025. Untuk mendukung pelaksanaan acara tersebut, Pemprov DKI telah menerbitkan Keputusan Gubernur Nomor 870 Tahun 2025, mengenai pemberian pengurangan dan pembebasan pajak reklame. “Kebijakan itu memungkinkan penayangan reklame terkait kegiatan meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE) tanpa pungutan pajak selama periode acara,” papar Pramono.
“Lomba ini diikuti sekitar 300 hotel dan 101 pusat perbelanjaan. Jika tenant ingin ikut, silakan”. Namun yang terpenting, kegiatan ini harus mampu menarik lebih banyak orang datang ke Jakarta untuk berbelanja dan meramaikan pusat perbelanjaan.Dengan demikian, lanjut Pramono, hal itu yang diharapkan. Tentu kami akan memberikan insentif perpajakan bagi siapa pun yang ikut lomba ini,” ucapnya.
Dia menyebut perlombaan ini tidak hanya ditujukan untuk memeriahkan perayaan Natal dan Tahun Baru. Tetapi justru menjadi instrumen dalam menjaga stabilitas inflasi. “Tercatat hingga November 2025, inflasi Jakarta tercatat 2,27 persen dan diproyeksikan berada pada kisaran 2,6–2,7 persen hingga akhir tahun. Masih dalam rentang sasaran nasional, mengutif keterangan Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta.
(BJ/HER)














