METROINDONEWS.COM, KOTA BEKASI – Proses percepatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menjadwalkan pembongkaran Gapura Bekasi Timur di Jalan HM. Joyomartono akan dimulai, Selasa, (21/4) dini hari. Langkah tersebut diambil untuk mendukung perluasan proyek Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) hingga wilayah Tambun. “Sekaligus mengantisipasi risiko kecelakaan akibat kerusakan struktur bangunan”.
Terlihat kondisi gapura tersebut terpantau sudah mengalami kerusakan serius dengan bagian konstruksi yang telah rusak di beberapa titik. Dilansir dari laporan Berita Satu pada Minggu (19/4) kerangka besi bangunan yang telah terbuka. Dinilai sangat membahayakan para pengendara yang melintas di bawahnya.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi menerangkan pengerjaan fisik pembongkaran akan memakan waktu selama tujuh hari. Untuk meminimalkan kemacetan di jalur utama menuju Gerbang Tol Bekasi Timur. Sehingga proses pengerjaan hanya dilakukan pada malam hari hingga menjelang subuh.
“Sementara waktu pengerjaan pukul diperkirakan mulai dari 22.00-05.00 WIB”. Dalam rangka pembongkaran tersebut, Dinas Perhubungan Kota Bekasi akan melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.
Jalan HM Joyomartono selama ini dikenal sebagai titik padat kendaraan karena menjadi akses utama masuk dan keluar tol. Rekayasa arus lalu lintas disiapkan oleh Dinas Perhubungan setempat guna memastikan pergerakan logistik dan masyarakat tidak terhambat selama alat berat beroperasi di lokasi.
Salah seorang pengguna jalan, Richad, mengatakan turut mendukung pembokaran jembatan tersebut. Mengingat kondisi kerusakannya sudah cukup lama terlihat. Tentu saja, jangan sampai terjadi tiang yang berbahan besi itu, tiba-tiba terjatuh dan membahayakan para pengguna jalan,” ujarnya.
(BS/SP)














